banner 728x250

Berstatus Awas, PVMBG Ingatkan Warga Sekitar Gunung Ruang

Jakarta, wartaterkini.news–Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kembali menaikkan status Gunung  Ruang  di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, menjadi Level IV (AWAS).

Hal itu disebabkan Aktivitas Gunung Ruang tidak  menunjukkan penurunan aktivitas vulkaniknya, namun terus mengalami kenaikan yang signifikan.

“Pasca kenaikan tingkat aktivitas menjadi Waspada (Level II) pada 16 April 2024 pukul 13.00 WITA, dan Siaga (Level III) pada 16 April 2024 pukul 16.00 WITA, aktivitas visual dan kegempaan menunjukkan peningkatan yang signifikan,” kata Kepala PVMBG Hendra Gunawan, seperti dilansir laman Kementerian ESDM, Kamis (18/4/2024).

Baca Juga :   Harga Sejumlah Bahan Pokok Makanan di OKU Selatan Bergerak Naik Jelang Ramadhan

“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Ruang, maka tingkat aktivitas Gunung Ruang dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (AWAS) terhitung mulai 17 April 2024 pukul 21.00 WITA,”ujar Hendra.

Menurut Hendra, ketinggian kolom erupsi cenderung meningkat dengan material erupsi berupa abu disertai lontaran batuan pijar yang mencapai jarak sekitar 5 kilometer  di pulau Tagulandang.

Jumlah kejadian gempa vulkanik Dalam meningkat signifikan, disertai getaran tremor vulkanik menerus dengan amplitudo overscale, yang menandakan saat ini masih terjadi proses peretakan batuan disertai migrasi magma dari reservoir magma dalam ke permukaan dalam bentuk erupsi eksplosif berselingan dengan erupsi efusif (aliran lava).

Baca Juga :   Program Orang Tua Asuh Anak Stunting di OKI Sasar 293 Baduta

Selanjutnya, Hendra mengingatkan kepada masyarakat sekitar Gunung Ruang selain tidak memasuki wilayah radius 6 km dari pusat kawah aktif G. Ruang, masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim di dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan tsunami yang disebabkan oleh runtuhan tubuh gunungapi ke dalam laut.

“Masyarakat yang bermukim pada wilayah P. Tagulandang yang masuk dalam radius 6 km agar segera dievakuasi ke tempat aman di luar radius 6 km. Pemerintah Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ruang, Desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung,” pungkas Hendra. (*)