banner 728x250

World Water Forum ke-10 Dorong Kolaborasi Peringatan Dini Bencana

Nusa Dua Bali, wartaterkini.news–Pentingnya sistem peringatan dini bencana di berbagai belahan dunia menjadi pembahasan dalam High Level Panel di rangkaian World Water Forum ke-10 di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa peristiwa tsunami Aceh yang terjadi saat Indonesia sama sekali belum memiliki sistem peringatan dini, tidak boleh terulang kembali.

Tsunami Aceh yang terjadi 20 tahun lalu masih menjadi sebuah mimpi buruk. Saat itu, kebanyakan orang Indonesia tidak tahu apa itu tsunami.

“Bahkan saya sebagai ahli geologi, saya tahu dari buku teks bahwa tsunami itu bla bla bla. Faktanya saat itu terjadi, kami seperti kehilangan akal sehat,” kata Dwikorita yang juga menjabat Executive Council World Meteorological Organization (WMO) dalam high level panel ke-8 bertopik “Early Warning for All”, melalui keterangan yang diterima InfoPublik, Rabu (22/5/2024).

Baca Juga :   World Water Forum ke-10 Ditutup Dengan Closing Ceremony dan Malam Budaya

Pada peristiwa itu, korban jiwa mencapai ratusan ribu orang di Indonesia dan di seluruh dunia. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran dolar. Kejadian yang membuat Indonesia belajar banyak.

Pemerintah Indonesia pun melakukan reformasi dengan mengembangkan sistem digital dan mengesahkan Undang Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Pemerintah juga menambahkan kurikulum untuk belajar tentang bencana tsunami di sekolah.

Berkaca dari sana, para panelis mendorong kerja sama dan kolaborasi internasional untuk mewujudkan “Peringatan Dini bagi Semua”.

Baca Juga :   Fieldtrip Ubud, Tabanan, dan Karangasem Jadi Penutup Rangkaian World Water Forum ke-10

Para panelis yang berasal dari berbagai organisasi internasional saling bertukar pandangan dan pengalaman tentang sistem peringatan dini. Mereka di antaranya Ketua Asia Pacific Water Forum Changhua Wu, Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-77 Csaba Korosi, Secretary General of World Meteorological Organization (WMO) Prof. Dr. Celeste Saulo, dan UNESCO Assistant Director General for Natural Resources Dr. Lidia Arthur Brito.

Kemudian, Wakil Menteri Transportasi dan Pariwisata Infrastruktur Pertanahan Jepang, Koyari Takashi dan Executive Secretary and CEO Global Water Partnership, Alan AtKisson.

Baca Juga :   Maju di Pilkada Halsel, Hj Eka Dahliani Usman Ambil Pensiun Dini Dari ASN

Pada kesempatan yang sama, Menteri Sumber Daya Air dan Irigasi Mesir, sekaligus Ketua Dewan Menteri Afrika untuk Air (AMCOW) Prof. Dr. Hani Atef Nabhan Sweilam mengisahkan keberhasilannya dalam menerapkan peringatan dini di Afrika. (**)