Wali Murid MTS Negri 1 OKU Selatan Keluhkan Iuran UNBK

MUARADUA wartaterkini.news–Puluhan wali murid sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTS) Negeri 1 Muaradua merasa keberatan harus mengeluarkan biaya sebesar Rp.500,000 Per Siswa/i untuk membeli Komputer sebagai penunjang sarana pelaksanaan Ujian Berbasis Komputer (UNBK) beberapa bulan mendatang.

Jumlah Siswa/i Kelas 1 dan 2 sebanyak kurang lebih 430 siswa/i yang juga harus menyumbang masing-masing siswa Rp.250,000. Adapun siswa Kelas 3 sebanyak 170 Siswa yang harus membayar Rp. 500, 000 sehingga total seluruh siswa kurang lebih 600 orang.

Jika di kalkulasikan iuran siswa kelas 1 250,000, kelas 2 Rp. 250, 000 dan Kelas 3 Rp. 500,000 yang totalkan kurang lebih mencapai Rp. 10. 1430.000 (Seratus Sepuluh Juta Empat Ratus Tiga Puluh Ribu).

Kendati telah di laksanakannya Rapat Komite yang di laksanakan di aula Mts N 1 Muaradua beberapa hari lalu, namun masih banyaknya wali siswa yang merasa keberatan dengan keputusan hasil rapat komite tersebut.

Seperti yang di ungkapkan oleh salah satu wali murid siswa Mts N 1 yang namanya enggan di sebutkan, berinisial MS merupakan warga Pasar Muaradua memang beberapa hari lalu telah di laksanakannya rapat komite dengan edaran surat yang di terakan waktunya pada Pukul 09.00 WIB.

Baca Juga :  Eksekusi Lahan Sengketa Seluas 2500 m2 Di Sukaraya Oleh Pengadilan Negeri Cikarang

pada saat itu. Lanjutnya, kami baru sampai di ruang rapat baru kelang 30 Menit duduk namun rapat sudah selesai dengan segala keputusan.

“Kami hadirnya hanya mendengarkan rapat saja karena waktu rapatnya hanya 30 Menit belum sempat melakukan diskusi sudah selesai,” ujarnya Minggu (7/10).

Dikatakannya, waktu itu kami belum sempat mengajukan keberatan tapi rapat sudah selesai, tiba-tiba sudah di sepakati jumlah biaya yang harus di keluarkan,” ucapnya.

“Banyak wali murid yang merasa keberatan dengan hasil rapat lantaran tidak ada kesempatan untuk mengajukan banding keberatan,” ujarnya.

ST yang juga merupakan wali murid Mts N 1 tidak mau namanya di sebutkan di media, juga menambahkan, kalau di katakan rapat memang benar tapi waktunya sangat singkat dari pihak komite sudah memaparkan kebutuhan yang akan di beli dengan biaya Rp. 500, 000 per siswa.

“Pada saat itu sebenarnya kami ingin mengajukan rasa keberatan tapi sudah keburu si tutup rapatnya karena waktu sangat singkat,” keluhnya.

Kami ini bukan orang yang mampu, lanjutnya. Tapi karena memang kewajiban kami selaku orang tua menyekolahkan anak begitu hendak melaksanakan ujian ini kami harus mengeluarkan iuaran yang sangat besar, kami bingung untuk memenuhinya.

Baca Juga :  Pendaftar CPNS 2018 Tembus 4,2 Juta Orang, BKN Siapkan 873 Lokasi Tes

“Bingung kami untuk memenuhi bayaran ini untuk makan saja kami maaih merasa sulit, sangking susahnya untuk mencari uang sebesar itu,” ucapnya.

Kami selaku wali murid sangat berharap agar ada kebijakan baik dari komite ataupun dari sekolah agar iuran ini jangan terlalu besar walaupun harus iuran,” harapnya.

Sementara itu, Komarudin selaku Kurikulum Mts N 1 menanggapi, keputusan iuran untuk membeli sarana UNBK ini berdasarkan hasil rapat komite, dan kami hanya mengajukan RAB dengan Komite, dan Komite yang mengajak rapat,” jelasnya Sabtu (6/10).

Dikatakannya, karena kita tidak ada DAK ataupun Bantuan lainnya, maka itu merupakan solusi untuk pelaksanaan UNBK ini nanti, kami hanya baru menerima bantuan server dari kemenag hanya beberapa unit, Itu juga hanya untumsatu lokal yang menerima.

Dia menambahkan, adapun wali murid yang hadir pada saat rapat Komite sebanyak 140 orang terdiri dari orang tua wali murid sebanyak 140 orang.

“Dana yang berhasil di himpun nanti kami juga akan membeli komputer dan alat lainnya yang sudah seken karena agak murah,” tuturnya.

Baca Juga :  Jelang Musim Kopi Permintaan Mesin Giling Meningkat

Terkait ancaman bagi siswa yang tidak bayar lalu tidak bisa mengikuti ujian itu tidak benar, kalaupun ada wali murid yang tak mampu bayar maka bisa kordinasi dengan ketua komite karena sudah pasti ada kebijakan ataupun solusinya,” imbuhnya.

“Memang untuk fasilitas komputer saat ini belum ada bantuan dari Kemenag maka untuk itu di adakannya rapat komite untuk melakukan iuran,” tuturnya.

Dia menambahkan, kalau misalnya di sekolah ini ada yang kakak beradik maka hanya satu orang yang bayar, itu merupakan keringanan bagi wali murid,” pungkasnya.

Sementara itu Sarpindi selaku Ketua Komite mengatakan, ya memang benar adanya iuran itu dan memang sudah kesepakatan wali murid, ini juga merupakan salah satu cara untuk memajukan sekolah.

“Disini tidak di paksa siapa yang memang tidak mampu tidak di haruskan namanya sumbangan nik siapa yang keberatan bisa menemui ketua komite,” ucapnya.

Selain itu juga wali murid yang merasa berat dan tidak mampu bisa nemui pihak sekolah karena pasti ada solusinya. (dl/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini