Viral Bupati Jepara Sumbang Lagu Dihajatan, Ini Keronologinya

oleh

Jepara Jawa Tengah, wartaterkini.news–Berita tentang Bupati Jepara Dian Kristiandi, sedang berdendang disaat berkunjung, ke rumah warga yang sedang punya hajatan, mendapat komentar dan pemberitaan dari berbagai media online di Jepara.

Bahkan, Senandung Lagu dari Bupati Jepara, menjadi sorotan dan berita, di beberapa kanal youtube, aplikasi medsos dan media televisi nasional, 1-2 hari ini.

Tentang hal tersebut, sebelumnya Bupati Jepara, pada Jumat (16-07-2021), di ruang kerjanya di Pendopo Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Dia, menerima kunjungan dari beberapa awak media Kabupaten Jepara, di ruang kerjanya, untuk klarifikasi dan konfirmasi hal tersebut, secara langsung.

“Peristiwa itu, terjadi saat saya di minta menyumbangkan suara, ketika berkunjung ke rumah warga yang punya hajat, dan hal itu bukan kemauan atau inisiatif saya pribadi, tetapi tuan rumah meminta saya menyumbang dan mendendangkan sebuah lagu saja. Saat saya menyumbang lagu itu, acara hajatan mulai rampung dan hanya sedikit sekali, tamu undangan yang masih di lokasi”,kata Andi.

Baca Juga :  KUPAZ Indonesia Mencuri Perhatian Ustadz Kondang Yahya Wahloni

Bupati menambahkan, Peristiwa itu sudah lama, bahkan lupa kapan tepatnya. “Seingat saya sekitar bulan Mei atau awal Juni 2021”,singatnya.

“Ditegaskan kembali, bahwa saya sudah menolak terus tetapi, “Sopo sing tego, wong wargane dewe, bola bali njaluk tulung, aku nyumbang sak lagu wae (siapa yang tega dengan warganya yang berulang kali memohon, saya menyumbangkan satu lagu saja)”,tambahnya.

Jadi keinginan tuan rumah hajatan, saya ikuti, agar tidak mengecewakan dan sebagai tamu undangan, saya sangat menghormati tuan rumah, walau hanya menyumbangkan sebuah lagu.

Kebetulan saat itu, belum diberlakukan PPKM Darurat se Jawa-Bali, jadi memang akhirnya saya turuti keinginan tuan rumah hajatan, dengan catatan cukup satu lagu saja.

Baca Juga :  Bupati Morotai Opening Turnamen Tinju Amatir Bupati Cup 2019

“Soal Surat Edaran Bupati, memang benar tertera tanggal 1 Juni 2021, namun pengesahannya ditanda tangani 12 Juni 2021 dan acara tersebut, seingat saya, tanggal 6 Juni 2021. Jadi jauh hari pengambilan video itu oleh tuan rumah hajatan”,katanya

Akan tetapi, apabila hal ini menjadi perhatian dan membuat teman-teman media atau masyarakat Jepara kurang sependapat ya mohon dimaafkan, saat itu masih diperbolehkan 50% tamu undangan dalam hajatan di wilayah Kabupaten Jepara.

Diskominfo Jepara, melalui Kepala Dinas Arif Darmawan, juga membenarkan hal itu kepada awak media, melalui jaringan whatsApp tentang kejadian tersebut. “Sudah lama kejadian itu. Dan, saat itu belum diberlakukan PPKM Darurat se Jawa-Bali. Saya malah lupa tepatnya kapan, seingat saya sekitar awal Juni 2021″,jelasnya.

Baca Juga :  Herman Deru Minta OPD Fokus Turunkan Angka Kemiskinan

Arif Darmawan menambahkan, bahwa acara tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Seperti tamu undangan yang hadir, harus bermasker, cek suhu tubuh, cuci tangan, tidak ada jamuan makan prasmanan, bagi tamu undangan.

“Jadi, tamu yang jumlahnya terbatas itu datang, langsung memberikan ucapan selamat kepada mempelai, dan pulang dengan membawa makanan secara take away (dibawa pulang). Dan di pastikan tidak ada kerumunan”,ungkapnya

Kalau dalam video terlihat, Bupati Jepara menyanyi dengan melepas masker. Justru aneh, kalau siapapun orang yang menyanyi, memakai masker rapat, suara yang keluar, akan lucu dan menggelikan bagi pendengar.

“Bupati juga manusia biasa, sebagai publik figur, tentunya gerak geriknya menjadi sorotan warga, sudah menjadi resiko bagi pejabat, ketika ada kekhilafan akan menjadi bahan pembicaraan”.pungkasnya. (Eko/Red)

Print Friendly, PDF & Email