Urgensi Audit Teknologi Untuk Menghadapi Industri 40.

Jakarta,wartaterkini.news– Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyelenggarakan acara ekpose Audit Teknologi dengan tema “Urgensi Audit Teknologi untuk menghadapi Industri 40.

Direktur Sistem Inovasi, Kemenristekdikti, Ophirtus Sumule menyampaikan, kegiatan tersebut sebagai bentuk informasi pentingnya peranan audit teknologi dalam upaya mendorong inovasi teknologi nasional, meningkatkan efektifitas alih teknologi untuk membangun kemampuan teknologi mengendalikan dan pengoptimalkan penerapan teknologi.

Di samping itu, juga untuk melindungi keamanan nasional, melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat, serta kelestarian lingkungan hidup dan meningkatkan daya saing bengsa. “Peranan tersebut penting, terutama mendukung dalam menghadapi revolusi industri 4.0,” kata Ophirtus dalam acara Audit Teknologi tersebut di  The   Sultan  Hotel, Jakarta, Jumat (7/12).

Disebutkan, kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk diskusi, didahului dengan keynot speech Prof. Jusman Syafii Djamal (Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia). Kemudian narasumber utama, Deputi Bidang Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam, BPPT, Hammam Riza, dan Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, diskusi dipimpin langsung oleh Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai stakholder yang terkait Audit Teknologi.

Baca Juga :  Viral Buang Sampah Di Kalimalang, Pelaku Terancam Penjara Dan Denda 50 Juta

Revolusi industri 4.0 ditandai dengan lahirnya disruptif teknologi dan memacu lahirnya perusahaan-perusahaan berbasis teknologi (start up) yang menjadi pesaing utama dan mengancam aksistensi perusahaan-perusahaan mainstream. Ukuran besar perusahaan tidak menjadi jaminan, tetapi akselerasi dan mobility perusahaan menjadi kunci keberhasilan berkompetisi di pasar global.

“Fleksibilitas perusahaan dalam mengadaptasi dan mengadopsi teknologi terkini adalah platform penting dalam berkompetisi. Untuk itu,  posisi perusahaan di era disruptif teknologi selalu well inform dan adaptif dengan Audit Teknologi,” terangnya.

Menurutnya, untuk   mengkoordinasikan,   mengintegrasikan   dan   menyelaraskan   mekanisme sistem Audit  Teknologi  secara nasional sebagai  instrumen dalam menata fungsi  kemandirian teknologi, inovasi, penguatan struktur industri, dan keamanan nasional serta perlindungan kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Pemerintah telah menyusun Peraturan Presiden  tentang Audit Teknologi yang telah melalui proses harmonisasi, dan selanjutnya mendapat persetujuan   dari   kementerian/lembaga   terkait, sehingga kita   berharap   akan   segera  ditetapkan. Dengan Kebijakan Audit Teknologi yang terintegrasi dan terkoordinir, maka objek audit akan dapat diagendakan secara nasional melalui forum audit teknologi.

Baca Juga :  Unit Reskrim Polsek Kualuh Hilir Amankan Pelaku Pembobol Rumah Warga

Di samping itu, kata dia, pelaksanaan penguatan kapasitas infrastruktur Audit Teknologi, baik lembaga pelaksana Audit teknologi, auditor teknologi yang profesional dengan memahami konsep teknologi terkini sesuai dengan standar etik, akan dapat dilaksanakan secara konsisten  dan berkesinambungan.

Adapun  fungsi  Audit   Teknologi   adalah   untuk  mengetahui  (1)  Positioning,  mengetahui kekuatan   dan   kelemahan   teknologi   yang   dimiliki;   (2)  Performence   Improvement, mengukur kinerja   teknologi,   peningkatan   produktivitas,   peningkatan   efektivitas   dan    efesiensi;   (3) Compliance,   menilai   kesesuaian   dengan   standar   dan   rencana;   (4) Prevention,   melakukan identifikasi   risiko-risiko   penguatan   teknologi   dan   mencegah    kerugian   akibat   penggunaan teknologi;   (5)  Planning,   Merencanakan   pengembangan    sistem/ teknologi dan perbaikan kelemahan; (6)  Investigation, mengungkap fakta terkait     dengan   suatu   kejadian   yang biasanya   berimlikasi   pada  kondisi   yang   membahayakan keselamatan atau keamanan.

Ruang lingkup audit teknologi mencakup unsur pendukung teknologi yang terdiri dari empat komponen, yaitu : (1) Technoware, yang melekat pada peralatan fisik; (2) Humanware, merujuk pada teknologi yang melekat pada orang seperti pengetahuan, keahlian,  kebijakan, kreativitas, dan pengalaman; (3)  Infoware, teknologi yang melekat pada software atau dokumen yang terdiri dari proses, teknik, metoda, teori, dan spesifikasi; (4)  Organware, teknologi yang melekat pada institusi yang terdiri  dari  praktek managemen, hubungan, dan susunan organisasi.

Baca Juga :  Vaksinasi Mobile Polres Magelang Kota Sasar Awak Bus Terminal Tidar

Ia menambahkan, di era revolusi industri 4.0, peran kontrol dan audit teknologi menjadi semakin krusial, dan  Audit   Teknologi   tidak   dimaksudkan   untuk   mencari   kesalahan,   namun   suatu upaya perbaikan yang dilakukan  melalui proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi  bukti secara obyektif terhadap aset teknologi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara teknologi dengan kriteria dan/atau standar yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu, substansi audit teknologi merupakan proses identifikasi, analisis dan evaluasi aset  teknologi   secara   sistematis   untuk   mengetahui   kekuatan   dan   kelemahan,   posisi terhadap kompetitor, status, kemampuan, potensi nilai komersial, kapasitas, prosedur dan  kebutuhan, serta kemampuan inovasi dari organisasi/perusahaan sesuai dengan norma,  standar, prosedur dan kriteria.

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini