Senin, Juni 27, 2022
Google search engine
BerandaBeritaUnjuk Rasa, Hipmamoro Protes Satgas Datebi Morotai terkait Aksi Penembakan Hewan Ternak

Unjuk Rasa, Hipmamoro Protes Satgas Datebi Morotai terkait Aksi Penembakan Hewan Ternak

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news–Aksi Unjuk Rasa, Himpunan Pelajar Mahasiswa Morotai (Hipmamoro) memprotes Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Morotai yang terbentuk dalam Satgas Datebi Morotai, pasalnya tindakan penembakan ditempat hewan ternak liar tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Morotai.

Unjuk rasa yang digelar di depan Kantor Bupati dan Kantor DPRD Morotai. Senin (17-02-2020) Hipmamoro juga mengecam dan meminta pertanggungjawaban atas tindakan penembakan hewan ternak oleh Satpol PP Morotai dan sejumlah TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Datebi Morotai.

Seperti yang disampaikan salah satu Orator Munajar Sibua, Aksi Penembakan Mati Hewan Ternak oleh Satgas Datebi Morotai, hal ini tidak sesuai dengan Perda No.5 Tahun 2018 tentang Pemeliharaan dan Penertiban Ternak, untuk itu dirinya meminta pertanggungjawaban atas tindakan tersebut.

Baca Juga :  Ratusan karyawan Dinas lingkungan Hidup Aceh Timur Unjuk Rasa, Ini Tanggapan Kadis LH

Menurutnya, “Perda tersebut tidak mengatur terkait proses penembakan mati ditempat, dengan demikian atas nama Hipmamoro kami mengecam tindak Satgas Datebi Morotai pada beberapa minggu terakhir ini, yang melakukan penembakan hewan ternak liar”. Jelasnya

Lanjutnya, seharusnya para Petugas lebih jelih melihat Pasal 9 ayat (1) dan (2) Perda tersebut, yang menjelaskan Pemerintah Daerah dapat memberi bantuan kepada masyarakat yang tidak mampu untuk membuat kandang disetiap desa, Bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada daftar isian penggunaan anggaran Dinas Pertanian dan ketahanan pangan.

Baca Juga :  Unjuk Rasa di Depan Gedung Bawaslu Berujung Ricuh

“Seharusnya Pemerintah Daerah memberikan fasilitas kandang ternak kepada masyarakat, agar seluruh ternak liar dapat di tertibkan dengan baik”.pungkasnya

Dikesempatan yang sama, Sabiin Ashar dalam orasinya, dirinya meminta agar Satpol PP Morotai kembali mambaca Perda No.5 Tahun 2018 tersebut.

Selain itu, menurutnya sangat disayangkan Hewan ternak yang ditembak mati, tidak diberikan kepada pemiliknya, “Melainkan dijual dan sebagainya di makan oleh petugas padahal dalam Perda tidak mengatur hal tersebut, seharusnya hewan ternak ditangkap dan diamankan, setelah itu baru diberikan denda”.kesalnya

Baca Juga :  Sebanyak 1500 Orang dari 116 Pekon Gruduk Kantor DPRD Pesibar

Perlu diketahui, Hewan ternak (Sapi) yang di tembak mati, itu artinya kalian telah menghilangkan sejumlah uang kuliah dan biaya kosan anak mereka.

“Pemerintah Daerah seharusnya memberikan solusi kepada masyarakatnya, selain itu harus ganti rugi kepada masyarakat yang ternaknya telah di tembak mati, jika ingin tembak mati hewan ternak silahkan tembak semuanya jangan pilih kasih”.tutupnya

Aksi Unjuk Rasa berakhir dengan Hearing bersama antara Pendemo dengan Anggota DPRD Pulau Morotai tepatnya di Kantor DPRD. (Endi/red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 12:24 am

Paling Populer

Headline News