banner 728x250

Tutup Tahun 2023, Kajari OKU Selatan Terima Penghargaan SMSI

OKU Selatan Sumsel, wartaterkini.news–Kepala Kejaksaan Negeri OKU Selatan Dr Adi Purnama menerima penghargaan sebagai Sahabat Pers yang diberikan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) OKU Selatan yang juga organisasi konstituen Dewan Pers terbesar di dunia pada momentum peringatan hari anti Korupsi sedunia. Senin (11/12/2023).

Pada kesempatan ini, Kajari OKU Selatan Dr Adi Purnama mengatakan penghargaan ini menjadi bagian dari prestasi yang diraih Kejaksaan Negeri OKU Selatan di akhir tahun 2023.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada SMSI OKU Selatan atas kolaborasi dan kerjasamanya selama ini,” ucap Kajari

Baca Juga :   Kejari OKU Selatan, Pemda dan BPN Gelar Rakor Penyelesaian Sertifikat Aset Tanah Daerah

Sementara itu Sri Fitriyana ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) OKU Selatan mengatakan, pemberian penghargaan “Sahabat Pers” kepada Kepala Kejaksaan Negeri OKU Selatan Dr Adi Purnama bukan tidak beralasan.

Sosok Kepala Kejaksaan Negeri OKU Selatan Dr Adi Purnama, tambah Ayik, merupakan orang yang terbuka terhadap informasi dan dekat dengan insan pers.

“Ini kali pertama Kepala Kejaksaan Negeri OKU Selatan menerima penghargaan dari organisasi pers dan dinobatkan sebagai sahabat Pers, karena memang layak dan pantas kita berikan kepada Dr Adi Purnama,” jelas Ayik sapaan akrab Sri Fitriyana

Lebih lanjut ia mengatakan, baru-baru ini Dewan Pers mensosialisasikan hasil survei kebebasan Pers atau Indikator Kebebasan Pers di Provinsi Sumsel menurun dan berada di Peringkat ke 4 di Indonesia.

Baca Juga :   Korupsi Dana Covid 1,3 M, Dua Tenaga Ahli di OKU Selatan Ditetapkan Sebagai Tersangka

Menurutnya, hasil survei itu ada benarnya namun tidak terjadi di kabupaten OKU Selatan. “Di kabupaten OKU Selatan pers itu bebas dan dekat dengan semua pihak mulai dari pihak kepolisian, kejaksaan dan TNI hingga pemerintah daerah kabupaten OKU Selatan,” jelasnya

Dikatakannya, sejauh ini di kabupaten OKU Selatan tidak pernah terjadi kekerasan terhadap wartawan, baik itu pengusiran atau perampasan hasil liputan dan lain sebagainya.

“Sejauh ini hubungan insan pers dan aparat penegak hukum dan pemerintahan daerah cukup harmonis dan berjalan dengan baik seusai tugas dan fungsinya masing-masing. Kalau sekedar mis komunikasi itu hal yang wajar, namanya manusia,” tandasnya (Red)