Tradisi Fungshen di Tahun Baru Imlek

Palembang, Wartaterkini.News– Tradisi fungshen atau pelepasan hewan dari kandangnya bakal mewarnai perayaan tahun baru imlek 2019

Demikian disampaikan Humas Klenteng Dewi Kwan Im, Harun.

Dia mengatakan sebenarnya tradisi pelepasan burung tergantung dari pribadi masing-masing atau individu. Bahkan, bisa saja dilakukan meski bukan di hari Imlek jika memang ada niatnya.

Menurutnya, pelepasan burung sebagai makna membagikan kegembiraan dengan binatang yang sebelumnya terkurung sehingga binatang tersebut bisa bebas. Selain itu, ada juga yang beranggapan dengan melepaskan binatang dari kandangnya itu untuk membuang sial.

Baca Juga :  Gubernur Restui Wali Kota Lubuklinggau Ketua APEKSI Komwil II

“Tapi intinya, dengan membebaskan binatang maka kita lebih bebas berbuat hal yang positif tanpa diganggu orang lain,” ujarnya Senin (4/2).

Meskipun begitu, memang di perayaan Imlek selalu ada pelepasan burung karena memang menyambut tahun baru sehingga dimudahkan ditahun berikutnya. Menurutnya, tradisi yang dilakukan ini memiliki hukum sebab akibat, kalau berbuat baik maka akan mendapatkan hal yang baik juga.

Baca Juga :  Penerbangan Dari Bandara Silampari Lubuklinggau Akan di Tambah

“Kami harap semoga di tahun babi tanah nantinya diberikan kesehatan, rezeki, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Selain perayaan imlek di klenteng-klenteng. Nantinya pada puncak perayaan imlek atau disebut Cap Go Meh akan ada upacara penutupan yang dilakukan di Pulau Kemaro.

Upacara ini, memang sejak dulu telah dilakukan bahkan sejak nenek moyang. Karena memang tempatnya lebih khusuk untuk beribadah.

Baca Juga :  Dorong Hilirisasi Riset, BKPM Gandeng IPB

“Ini juga merupakan tradisi puncak perayaan penutupan Imlek di Kota Palembang,” tutupnya. (Cly/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini