Tim SP4N-LAPOR! Sumsel Siap Bertanding Dikancah Nasional

Palembang,wartaterkini.news- Tim pengelola pengaduan online dan petugas administrator Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR!) Provinsi Sumatera Selatan turut ambil bagian dan siap bertanding pada ajang kompetisi kualitas SP4N-LAPOR! yang diselenggarakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) bagi instansi pemerintah se-Indonesia.

Keikutsertaan tim SP4N-LAPOR! Sumsel tersebut dikomandoi langsung, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumsel, Jon Kennedy, SE, M.Si dan Kepala Bidang Pengelola Informasi Publik (PIP) Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Amrullah S.STP, M.Si.

Jon Kennedy mengungkapkan bahwa SP4N-LAPOR! adalah integrasi aplikasi layanan masyarakat yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk menyampaikan pengaduan maupun aspirasi  yang akan mendukung pembangunan daerah, khususnya di Sumsel.

“SP4N-LAPOR! akan memudahkan pemerintah untuk mengecek dan mengevaluasi aspirasi maupun keluhan dari masyarakat dengan menggunakan teknologi terintegrasi, yang didukung oleh tim pengelola SP4N-LAPOR!”, ujar Jon Kennedy di ruang kerjanya, Kamis (25/10/2018).

Lanjut Jon Kennedy, SP4N-LAPOR! akan terus diintegrasikan dengan aplikasi-aplikasi yang ada di sumselprov.go.id milik Pemprov Sumsel, sehingga pemanfaatan aplikasi layanan masyarakat dapat dilakukan secara efektif, efisien, dan turut memobilisasi pembangunan nasional.

“Kominfo Sumatera Selatan akan mendukung keterhubungan SP4N-LAPOR! di seluruh kab/kota di Sumsel, agar aspirasi-aspirasi dari masyarakat dapat dijadikan landasan program pembangunan pemerintah untuk mengoperasionalkan solusi terbaik dari laporan masyarakat”, terangnya.

Baca Juga :  24 PAC Partai PDIP Kabupaten Banyuwangi,Terima Bantuan Sembako

Saat ini tim telah melakukan self assessmentdengan registrasi dan pelampiran dokumen di sipp.menpan.go.id, untuk kemudian diperiksa oleh tim evaluasi yang terdiri dari perwakilan Kementerian PANRB, Ombudsman RI, dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Kepala Bidang PIP, Diskominfo Provinsi Sumsel, Amrullah mengatakan tim SP4N-LAPOR! Provinsi Sumsel dibentuk melalui Keputusan Gubernur Sumsel Nomor : 754/KPTS/Diskominfo/2017 tentang tim koordinasi pengelolaan pengaduan online dan petugas administrator pada organisasi perangkat daerah Provinsi Sumsel.

Menurutnya, sejak dibentuk pada awal bulan Desember 2017 lalu, tim pengelola SP4N-LAPOR! Provinsi Sumsel telah melayani sejumlah pengaduan masyarakat dan terus melakukan sosialisasi baik melalui media sosial Instagram @Lapor_sumsel, Twitter @Payo Lapor! Sumsel, dan Facebook Payo Lapor! Sumsel serta sosialisasi langsung kepada Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumsel.

”Semua itu kita lakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik di Sumatera Selatan serta untuk mendukung visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel “Sumatera Selatan Maju Untuk Semua”. Diharapkan dengan ikut kompetisi SP4N-LAPOR! dapat menambah motivasi kami untuk terus meningkatkan pengelolaan dan sosialisasi SP4N-LAPOR! di Sumatera Selatan,” ungkap Amrullah

Baca Juga :  PTPN III Diminta Koreksi Kinerja Kebun Aek Nabara Utara

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun melalui www.lapor.go.id, dan Website resmi Kementerian PAN-RB, www.menpan.go.id, kompetisi SP4N-LAPOR! baru pertama kali diselenggarakan berdasarkan Peraturan Menteri PAN-RB No. 39/2018 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Tahun 2018.

Kompetisi diperuntukan bagi seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang sudah  memiliki platform SP4N, dan seluruh perangkat daerah yang sudah terhubung dengan platform tersebut. Langkah ini untuk mendorong penerapan SP4N-LAPOR!, menjaring, seleksi, penilaian, dan pemberian penghargaan kepada penyelenggara pelayanan publik yang mengelola SP4N terbaik.

Secara lengkap tujuan diadakannya kompetisi SP4N-LAPOR! yakni pertama menjaring, mendokumentasikan, mendiseminasikan, dan mempromosikan pengelolaan pengaduan pelayanan publik sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan public, kedua memotivasi penyelenggara pelayanan publik untuk membangun pengelolaan pengaduan pelayanan publik yang terintegrasi, partisipatif, dan dimanfaatkan untuk perbaikan berkelanjutan. Ketiga mewujudkan manajemen pengetahuan dalam penyelenggaraan pelayanan publik, terutama dalam hal pertukaran pengalaman dan pembelajaran pengelolaan pengaduan pelayanan publik dan ke empat mengakselerasi pencapaian kondisi yang diharapkan sebagaimana telah dirumuskan dalam Road Map SP4N.

Ada lima kategori berdasarkan jenis entitas peserta kompetisi, yakni kementerian/lembaga (K/L), pemprov, pemkot, pemkab, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kriteria dalam kompetisi ini adalah sistem pengelolaan SP4N yang telah diterapkan sekurang-kurangnya pada Maret 2018.

Baca Juga :  Desa Tanjung Juara Provinsi, Akan Wakili Jawa Tengah ke Lomba Desa Tingkat Nasional

Peserta yang memenuhi kriteria harus melakukan self assessment dan melampirkan dokumen pendukung. Registrasi dan pelampiran dokumen dilakukan di sipp.menpan.go.id, dan selanjutnya diperiksa oleh tim evaluasi yang terdiri dari perwakilan Kementerian PAN-RB, Ombudsman RI, dan Kantor Staf Kepresidenan (KSP).

Penilaian proposal dinyatakan dalam angka berkisar 0-100 dan disampaikan oleh Tim Sekretariat kepada Tim Evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi dokumen, akan diperoleh 25 peserta terbaik yang akan dilakukan penilaian lanjutan yakni presentasi, wawancara, dan observasi lapangan.

Presentasi dan wawancara dilakukan dalam waktu bersamaan dihadapan tim evaluasi, yang bertujuan memperdalam aspek yang berkaitan dengan inisiatif yang diajukan. Dalam tahap ini pula, dilakukan observasi lapangan untuk mengkonfirmasi dan memperdalam informasi yang telah disampaikan dalam proposal, dokumen pendukung, dan presentasi.

Setelah melewati serangkaian tahapan tersebut, akan ditentukan 10 terbaik (Top 10) dan akan diberikan penghargaan oleh Menteri PAN-RB, acara penyerahan penghargaan akan dihadiri oleh Ketua Ombudsman RI dan Kepala Staf Presiden. Penerima penghargaan kemudian dilibatkan dalam forum manajemen pengetahuan pelayanan publik pada tahun selanjutnya dan difasilitasi untuk mengikuti kompetisi berskala internasional. (Cly/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini