Senin, Januari 24, 2022
Google search engine
Google search engine
BerandaNasionalTerungkap Dalam Diskusi MTCC Unimma, Petani Tembakau Inginkan Perubahan Persentase DBHCHT

Terungkap Dalam Diskusi MTCC Unimma, Petani Tembakau Inginkan Perubahan Persentase DBHCHT

Magelang Jateng, wartaterkini.news– Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau. Salah satunya melalui diskusi secara online dan offline dengan tema “Dukungan dan Harapan Petani Tembakau Terhadap Kenaikan Cukai Rokok dan Pemanfaatan untuk Kesejahteraan Petani” pada Rabu (08/12/2021).

Yamidi, petani tembakau asal Temanggung, Jawa Tengah. (foto: Narwan/WT)

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kedai Kopi Benem, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Menghadirkan narasumber para petani dari beberapa daerah. Yaitu Istanto (Magelang), Yamidi dan Tohar (Temanggung), Asnawi (Jawa Timur), dan Latif (Nusa Tenggara Barat).

Baca Juga :  Gunung Api dan Catatan Volcanic Explosivity Index

Dalam diskusi terungkap, para petani tembakau berharap dengan naiknya hasil cukai tembakau, maka kesejahteraan petani tembakau lebih meningkat. Pembagian hasil cukai yang semula 15 persen untuk petani diharapkan menjadi 30-35 persen.

“Dari 50 persen hasil cukai tembakau, 15 persen untuk kesejahteraan petani dan 35 persen untuk lain-lain. Sebisa mungkin dibalik 15 persen lain-lain, dan untuk kesejahteraan petani sebesar 35 persen, minimal 30 persennya,” ujar Yamidi (49), petani asal Temanggung yang hadir secara offline.

Baca Juga :  Presiden: Mohon Maaf, Sering Saya Ganggu Tengah Malam

Selain itu, Yamidi menyebut terkait dengan tata niaga tembakau oleh petani alangkah lebih baik bila mata rantai penjualan diperpendek atau dipangkas. Selama ini dirasa mata rantai itu terlalu panjang, dari petani-pengepul kecil-pengepul besar-grader-perwakilan pabrik-pabrik.

“Sebaiknya dari petani langsung ke pabrik atau perwakilan pabrik. Harapannya petani tembakau memiliki nilai tawar untuk harga tembakau. Sehingga ini menjadi salah satu faktor meningkatkan kesejahteraan petani tembakau,” harapnya.

Ketua Forum Petani Multikultur Indonesia, Istanto mendukung usulan dari Yamidi. Dengan hasil cukai tembakau yang semakin meningkat, diharapkan kesejahteraan petani tembakau juga meningkat. Disebut Istanto, Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang 50 persen untuk kesejahteraan petani tembakau bisa dirubah peruntukannya.

Baca Juga :  Inilah Susunan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024

“Jadi perlu ada campur tangan pemerintah untuk merubah pembagian DBHCHT yang 50 persen dibagi menjadi 35 persen untuk petani, dan 15 persen untuk lain-lain,” tukas Istanto.

Diskusi di lereng gunung Merbabu tersebut menjadi terasa semakin hidup dengan adanya beberapa awak media yang memberi tanggapan baik secara offline maupun online. Diharapkan suara para petani tembakau dapat didengar dan ditindaklanjuti oleh pemerintah. Diskusi yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut berakhir pukul 11.20 WIB. (Narwan/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Covid-19 Counter

Indonesia
4,286,378
Total Kasus
Updated on 24 January, 2022 11:07 am

Paling Populer

Headline News

error: Content is protected !!