Terkait Pembangunan Pasar di Desa Tampiran Timur Diduga Fiktif, Ini Penjelasan Kepala Desa 

Pali Sumsel, wartaterkini.news–Terkait dugaan fiktifnya pembangunan rehab pasar desa yang mengunakan Dana Desa (DD) tahun 2020, yang terletak di desa Tempirai Timur, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatra Selatan banyak menuai protestan masyarakat Tempirai Timur.

Kepala Desa Tempirai Timur M. Teguh Jaya Mengatakan, Pemerintah desa Tempirai Timur di awal tahun 2020 telah menetapkan Rencana kegiatan desa (APBDes awal) melalui musyawarah Rencana Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) termasuk kegiatan Pembangunan/Rehap Pasar Desa milik Desa dengan Sumber Dana Desa (DD) senilai 616.521.250,-.

Baca Juga :  Sekda dan Kepala OPD OKU Selatan Ikuti Video Conference Bersama BPK RI

“Namun di pertengahan tahun 2020 Negara Indonesia di landa wabah COVID-19 maka keluarlah Instruksi Presiden, yakni Permendes dan PMK mewajibkan seluruh Desa melakukan penanganan COVID-19 di Desa nya masing-masing,” Uajar M. Teguh Jaya Saat Dikomfirmasi Via WahtsAap Oleh Awak media, Senin (25/07/2022) Kemarin

Ia juga mengatakan, Adapun kegiatan penanganan COVID-19 di Desa Tempirai Timur dengan cara melakukan pendirian POSKO Desa dan pembagian Bantuan Lansung Tunai (BLT) sebanyak 236 KPM yang menerima BLT.

Baca Juga :  Tim Gugus Tugas Covid-19 Laksanakan Penyemprotan Desinfektan di Seputaran Kota Kisaran

“Dengan adanya Covid- 19 inilah yang menyebabkan berkurang nya Anggaran Desa, yang menyebabkan beberapa kegiatan Desa yang tidak dapat di laksanakan (di realisasikan) termasuk Pembangunan/Rehap Pasar Desa/Kios Milik Desa Senilai 616.521.250,”ungkapnya

“Kegiatan Desa yang tidak dapat di laksanakan sudah di bahas dan di tetapkan melalui MUSDES perubahan Pada tanggal 19 Agustus 2020, Dan untuk kegiatan yang sudah di tetapkan MUSDES perubahan Tahun 2020 sudah di realisasikan (di laksanakan) semua”, tegas Teguh

Baca Juga :  Program Kementrian PUPR Dipekon Kubuliku Jaya Sangat Dirasakan Manfaatnya

Teguh Jaya juga membenarkan bahwa proyek tersebut memang tidak kami bangun dikarenakan dananya dialihkan ke Covid 19, yang mana waktu itu covid 19 lagi maraknya melanda.

“Akan tetapi itu semua sudah kita musawarakan kepada masyarakat Desa masalah tidak jadi nya Pembangunan atau rehap pasar milik Desa yang mengunakan dana desa tahun 2020,” beber kades

Dikatan Kades, Terkait Data dari Sistem Informasi Desa (SID) Dari Kemendes itu memang ada. “Namun itu sebelum adanya perubahan,”pungkasnya. (HR/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini