Terima RJ, Pelaku Pengeroyokan Anak Bawah Umur di OKU Selatan Sujud Syukur

OKU Selatan Sumsel, wartaterkini.news–Kejaksaan Negeri (Kejari) OKU Selatan kembali melaksanakan penetapan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (restorative justice). Kali ini UU 23 tahun 2014, pasal 531 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) KUHP tentang undang-undang perlindungan anak.

RM warga Kecamatan Buay Pemaca salah satu pelaku pengeroyokan terhadap BR warga kecamatan yang sama menangis dan bersujud syukur mendapat restorative justice (RJ) atau pengampunan hukum oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten OKU Selatan.

Pemberhentian kasus pengeroyokan yang melibatkan anak dibawah umur ini dilakukan di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten OKU Selatan, Kamis (06/10/2022).

Baca Juga :  Bupati Batu Bara Beri Penghargaan Kepada Para Notaris

Satu di antara pertimbangan jaksa menerapkan restorative justice terhadap kasus ini karena ada kesepakatan perdamaian dengan syarat secara terbuka antara korban dan pelaku.

Selain itu, pemberhentian kasus ini juga dengan harapan tidak ada lagi kasus yang bersinggungan antar pelaku dan korban. Ditambah, para pelaku yang sebelumnya terancam dengan pasal 76c juncto Pasal 80 ayat 1 UU perlindungan anak ini juga masih berstatus di bawah umur.

Dr Adi Purnama.,SH.,MH, Kepala Kejaksaan Negeri OKU Selatan didampingi Kasi Pidum Rido Dharma Hermando, SH., MH mengatakan, Restorativ Justice (RJ) ini dilakukan sesuai perintah Jaksa Agung, dan disertai pemenuhan syarat-syaratnya. “Satu di antaranya ada perdamaian dari kedua belah pihak”jelasnya

Baca Juga :  Jual Beli Buku dan Seragam di Sekolah Terkandang Menjadi Pembenaran, Padahal Peraturan Sudah Jelas Melarangnya

Selain itu tambah Kajari, adanya persamaan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kabupaten OKU Selatan yang melakukan ekspose untuk permohonan atau usulan RJ dengan Jaksa Agung Muda (JAM) Pidum RI via video zoom.

“Hasilnya disetujui untuk dilakukan RJ dan dikeluarkan surat ketetapan penghentian tuntutan”, tegasnya

Lebih lanjut Kajari mengatakan, sebelum perdamaian di pengadilan ini, pihaknya juga sudah melakukan mediasi antara korban dengan pelaku lainnya secara terbuka di depan tokoh masyarakat dan kepala Desa.

Baca Juga :  Polres Musi Rawas Gelar OPS Mantap Brata Musi 2019

“Sebelum restorative justice terhadap RM, kita juga telah melakukan mediasi antara pelaku lainnya dengan korban. Dimana para pelaku ini masih anak-anak bawah umur”,terang Kajari

Dikatakan Kajari dengan adanya restorative justice terhadap RM, ini kali keempat Kejaksaan Negeri OKU Selatan melaksanakan penetapan penghentian penuntutan hukum berdasarkan keadilan restoratif.

“Penghentian tuntutan permasalahan RM, merupakan ke empat kalinya Kejaksaan Negeri OKU Selatan melakukan Restorative Justice”, pungkasnya. (Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini