Rabu, Juni 29, 2022
Google search engine
BerandaBeritaTerdakwa Kasus BLBI, Mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung di Bebaskan MA

Terdakwa Kasus BLBI, Mantan Kepala BPPN Syafruddin Arsyad Temenggung di Bebaskan MA

Jakarta, wartaterkini.news– Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional atau BPPN, Syafruddin Arsyad Temenggung dibebaskan dari Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa malam, (09-07-2019). Ini, kali pertama terjadi di KPK.

Selain masa penahanannya berakhir pada hari ini, Mahkamah Agung telah memutuskan mengabulkan permohonan kasasi Syafruddin dan memerintahkan agar terdakwa perkara dugaan korupsi Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) itu dikeluarkan dari tahanannya.

Mengenakan baju koko dan kopiah hitam, Syafruddin keluar dari Rutan KPK yang berada di belakang Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Baca Juga :  Horas Paten Kembali Beraksi Amankan Pengguna Narkoba di Bosar Maligas

Syafruddin ditemani sejumlah penasihat hukum. Kepada awak media, ia mengaku bersyukur atas kebebasannya. Ia bahkan mengaku sudah tak sabar untuk kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya. “Saya sudah kangen keluarga,” kata Syafruddin.

Untuk itu, Syafruddin mengaku kaget saat KPK menjerat dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi SKL BLBI pada (25-04-2017). Meski demikian, Syafruddin mengaku taat mengikuti proses hukum, termasuk ketika menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta yang akhirnya menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara.

Baca Juga :  KPK Tetapkan Gubernur Sulsel Tersangka Suap

Syafruddin, kemudian mengajukan banding atas putusan tersebut ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang kemudian memperberat hukumannya menjadi 15 tahun pidana penjara.

Syafruddin bersyukur, upayanya berakhir setelah hakim MA mengabulkan permohonan kasasinya. Menurut dia, putusan tersebut merupakan momen bersejarah dalam hidupnya.

“Saya ikuti terus dan saya yakin, memang ada titik di ujung terowongan yang gelap. Akhirnya, saya menemukan titik itu sendiri,” ujarnya.

Syafruddin mengaku terlihami perjalanan hidup Nelson Mandela yang dibacanya melalui buku berjudul ‘Long Walk To Freedom’. Bahkan, Syafruddin mengaku menulis buku berjudul ‘Bencana BLBI’ dengan tulisan tangannya sendiri, selama masih berstatus sebagai tahanan di Rutan KPK. Buku itu juga dilampirkan dalam memori kasasi ke MA.

Baca Juga :  Reses Tahap 1 Dedi Aprianto: Insentif RT Kota Palembang Akan Cair Sebelum Puasa

“Buku ini lah yang akan menjelaskan proses yang ada di dalam SKL (surat keterangan lunas), ada yang sudah selesai, ada yang belum dan memang ada yang tidak kooperatif dari awal di buku ini ada,” ujarnya. (Poppy Setiawan/red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 1:25 am

Paling Populer

Headline News