Telkom Rekonstruksi Jembatan Gantung di Desa Cimahpar Sukabumi

Jakarta, wartaterkini.news–PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom berinisiatif untuk merekonstruksi jembatan di Desa Cimahpar, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, untuk mendukung pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan yang memiliki jembatan tidak layak guna.

“Di beberapa wilayah di Indonesia saat ini, memiliki kondisi jembatan yang cukup mengkhawatirkan. Telkom berinisiasi untuk mendukung pemerataan pembangunan salah satunya melalui rekonstruksi jembatan, karena lebih dari sekedar akses penghubung, namun jembatan merupakan jendela dunia masyarakat untuk menuju kehidupan yang lebih baik,” ujar Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, dalam keterangannya di Jakarta, seperti dikutip pada Senin (1/7/2024).

Hery mengatakan, rekonstruksi jembatan ditujukan untuk memudahkan warga desa dalam akses menuju area pertanian, sekolah, serta puskesmas.

Sebab, jembatan gantung ini merupakan satu-satunya sarana infrastruktur yang menghubungkan Desa Cimahpar dan Desa Bojongsari yang membentang di aliran Sungai Ciletuh dengan panjang 30 meter dan lebar 1,5 meter.

Jembatan yang dibangun sejak 1960 itu menggunakan kayu dan bambu yang berada di lingkungan sekitar.

“Walaupun sudah beberapa kali diperbaiki, jembatan gantung masih tetap kurang layak untuk digunakan. Aktivitas masyarakat desa yang bergantung pada satu pintu akses tersebut pun seringkali terkendala,” ungkapnya.

Menurut Hery, rekonstruksi jembatan yang kurang layak guna dilakukan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini untuk meningkatkan mobilitas serta perekonomian masyarakat sekitar dan menjadi komitmen Telkom dalam mendukung pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Baca Juga :   Pererat Silaturahmi, Fikes UNIMMA Gelar Reuni Akbar

“Hal ini juga sejalan dengan Program Revitalisasi Sarana Umum Berkelanjutan yang mengacu pada poin 11 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” tutur dia.

Sementara itu, Kepala Desa Cimahpar, Umaryani, mengatakan, pembangunan ulang jembatan dilaksanakan pada Maret 2024 dengan mengganti konstruksi bangunan jembatan menggunakan rangka besi, lantai besi, serta penerangan yang layak.

Pasca pembangunan kembali, lanjutnya, masyarakat langsung merasakan manfaat sebagai sarana penghubung antar desa serta berpotensi menggerakkan ekonomi lokal antara lain sebagai objek wisata.

Masyarakat desa yang mayoritas merupakan petani dan pedagang dinilai terbantu untuk beraktivitas di pasar maupun ladang yang berada di desa seberang tanpa harus memutar sungai.

Baca Juga :   Sesuaikan Kondisi, Pemprov Bali Kaji Revisi Perda Pungutan Wisatawan Asing

”Sebagai Kepala Desa Cimahpar, saya mengimbau masyarakat untuk menjaga dan bertanggung jawab dalam merawat jembatan yang telah diberikan. Saya pun menyampaikan terima kasih kepada PT Telkom Indonesia atas bantuan pembangunan jembatan gantung sebagai penghubung akses utama masyarakat maupun petani.” tutup Umaryani. (**)