Tekan Angka Stunting Nasional, BKKBN Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting di Jakarta Barat

Jakarta, wartaterkini.news – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar sosialisasi pencegahan stunting dari hulu bersama mitra kerja di RPTRA bambu Kuning, RT 001 RW 001, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat pada Selasa (19/07/2022).

Kegiatan sosialisasi tersebut juga dihadiri oleh Charles Honoris sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Drs. Ibni Sholeh, M.Si sebagai Kepala bidang penggerakan dan ketahanan Keluarga Dinas PPAPP Provinsi DKI Jakarta, Ir. Mila Rahmawati, M.S sebagai Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk – BKKBN.

Charles Honoris mengapresiasi kegiatan sosialisasi pencegahan stunting yang dilakukan oleh BKKBN diseluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, Komisi IX DPR RI dan BKKBN memiliki tanggung jawab sama dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan stunting pada anak.

Baca Juga :  Tidore Masuk Zona Orange, Kesembuhan Covid-19 di Kota Tikep Pada Bulan Juli Meningkat

“Saya mengapresiasi kepada BKKBN yang sudah bekerja sama kami dengan BKKBN yang sudah memberikan sosialisasi ini kepada masyarakat bukan hanya di Jakarta saja, tetapi seluruh Indonesia.” ungkap Charles.

Dalam kesempatan yang sama Charles Honoris menjelaskan, bahwa Komisi IX DPR RI dan BKKBN memiliki peran dan kewajiban dalam menjalankan kegiatan sosialisasi serta bertanggung jawab dalam menekan angka stunting di Indonesia.

“Lalu, apa itu Stunting? Stunting adalah anak yang mengalami gizi buruk kronis sehingga mengakibatkan pertumbuhannya terganggu, tubuh badannya pendek, lalu pertumbuhan otak juga terganggu sehingga kecerdasannya terganggu.” lanjutnya.

Baca Juga :  Waspada! Begini Tanda-Tanda Longsor

Lebih dalam Charles juga memaparkan, angka stunting di Indonesia masih tinggi, dengan persentase sebesar 24 persen, sedangkan khusus di Jakarta sendiri mencapai 18 persen, dan mengalami penurun pada tiap tahunnya.

“Angka Stunting pada saat ini masih tinggi, secara nasional 24,4%, angka Stunting di Jakarta sudah mencapai 18% dan tiap tahun nya menurun.” jelasnya.

Direktur Pemaduan Kebijakan Pengendalian Penduduk – BKKBN, Mila Rahmawati menjelaskan pengaruh stunting sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara nasional. Jadi menurutnya, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini.

“Stunting itu adalah dimana kondisi anak yang mengalami gagal tumbuh pada balita yang terjadi karna kekurangan gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupan, jadi seorang balita kekurangan energi atau gizi selama 270 hari dalam kandungan dan ditambah 2 tahun dalam asi ibu nya. Sehingga menimbulkan yang namanya pertumbuhannya tidak ideal.” kata Mila.

Baca Juga :  Kejuaraan Futsal Aulia Super Leage Ke-8 Resmi di Gelar

“Dalam kesempatan ini saya mengharapkan kepada warga agar dapat memahami apa itu stunting dan dampak buruk nya terhadap anak yang akan dilahirkan oleh seorang ibu. agar menjadi sadar bahwa kasus stunting ini penting dan bisa terjadi pada siapa saja. Selain itu, anak yang sudah terlanjur stunting, itu harus melakukan perawatan, pemberian gizi yang baik dan seterusnya” tutupnya. (Eka/Red).

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini