Tak Terima Dikaitkan Pemindahan Makam, H Jamalludin Bawa Ke Jalur Hukum

oleh

Bekasi Jawa Barat, wartaterkini.news – Pemindahan salah satu makam di pemakaman keluarga Haji Rosidi atau biasa disebut tempat pemakaman pohon sambi yang berada di Kp. Tanjung, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi pada Minggu (17/1/2021), ramai konten YouTube yang di bagikan dalam beberapa grup WhatsApp.

Pembongkaran makam dilakukan Minggu pagi, yang di saksikan oleh pihak keluarga Almarhum, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan masyarakat sekitar yang secara langsung menyaksikannya.

Berbagai isu pun beredar di kalangan masyarakat dengan adanya pembongkaran makam.

Demi mendapatkan informasi yang lebih jelas awak media pun mencoba mengkonfirmasi kepada salah satu keluarga almarhum yang makamnya di bongkar, namun dirinya enggan berkomentar.

Usai di pindahkannya pemakaman, Dodo salah satu warga yang mengaku masih ada hubungan keluarga almarhum yang makamnya di pindahkan memberikan keterangan, bahwa pembongkaran makam sudah hasil kesepakatan keluarga.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Pembahasan Rancangan APBD OI Tahun 2019

Dodo pria paruh baya yang juga menjadi juru kunci di pemakaman pohon sambi ini kembali memaparkan, isu yang beredar tidak lah benar.

“Tidak ada sangkut pautnya dengan pemilihan Kepada Desa di Tanjungsari, itu mutlak kesepakatan keluarga.” terang Dodo saat di wawancara awak media.

Ditempat yang berbeda, H Jamalludin salah satu warga yang ikut menjadi cakades di Desa Tanjungsari yang sempat di sebutkan namanya di media sosial konten YouTube tersebut pun langsung mengklarifikasi perihal beredarnya video tersebut.

Dirinya membantah, bahwa pembongkaran makam tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya yang sebelumnya mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Tanjung Sari.

Baca Juga :  Diduga Terpeleset Saat BAB, Balita Hanyut Terseret Arus Kali Malang

“Semua yang beredar di media sosial itu tidak benar, Justru saya baru tau ada makam yang di bongkar dari media sosial” ucapnya.

Ia menjelaskan, tempat pemakaman tersebut adalah tanah yang di wakafkan oleh orang tuanya sekitar kurang lebih 45 tahun yang lalu itu pun untuk keluarga.

Dengan beredarnya video yang menyebut pemindahan salah satu makam di tempat pemakaman keluarga tersebut, dirinya merasa disudutkan oleh judul dan narasi dalam konten video akun YouTube mengatasnamakan sebuah media, dirinya juga akan mengambil langkah hukum dalam menyikapi beredar video tersebut.

“Saya menegaskan kembali, itu tidak sangkut pautnya dengan politik Pilkades, adapun makam yang sudah ada ya biarkan saja, untuk yang lain apabila ingin memakamkan di pemakaman itu ya tinggal konfirmasi kepada keluarga.” tegasnya.

Baca Juga :  JPKP Siap Mensosialisasikan Program Pemerintah

Selain tersudutkan, dengan beredarnya konten video berdurasi 2 menit 31 detik di media sosial, tanpa adanya Konfirmasi kepihaknya sebagai penyeimbang narasi konten tersebut.

“Saya sangat menyayangkan dengan adanya konten YouTube yang beredar di media sosial, semua orang beranggapan bahwa saya segitu teganya makam harus di bongkar hanya karena Pilkades, padahal saya tidak tau menau.” ujarnya.

“Saya dan keluarga akan membawa ini ke ranah hukum, saya akan laporin akun yang telah menyebar luaskan di Media sosial yang telah membawa nama saya.” pungkasnya Jamal.

Diketahui sebelumnya, bahwa makam yang di pindahkan adalah makam dari salah satu keluarga H.Yusup salah satu Pemuka Agama di Desa Tanjungsari. (Eka/Red).

Print Friendly, PDF & Email