Surat Pernyataan Viral di Medsos, Ini Penjelasan Kedua Belah Pihak

OKU Selatan,Wartaterkini.News–Beredar foto Surat Pernyataan secara kekeluargaan di medsos, Sabtu (05-01-2019 ) membuat ramai sosial media facebook. Semula Surat Pernyataan tersebut diunggah oleh akun facebook Irawan Wan melalui group Suara OKU Selatan yang mempertanyakan dan meminta pendapat netizen tentang surat pernyataan tersebut. Lalu postingan tersebut viral dan ramai dikomentari dan netizen beradu argumen.

Dalam Surat Pernyataan tersebut tertulis 3 kesepakatan yang disepakati oleh Charles Minarko sebagai pihak pertama dan Ropai sebagai pihak ke dua. Surat Pernyataan tersebut dibuat di Muaradua, pada 28 Oktober 2018. Adapun isi dari kesepakatan tersebut yakni 1. Bahwa pihak pertama bersedia mengobati Deni Ismawan sampai sembuh sebatas kemampuan pihak pertama. 2. Bahwa pihak pertama bersedia memberi uang makan dan minum serta ongkos kepada keluarga yang menunggu Deni Ismawan apabila dirawat di Rumah Sakit. dan 3. Pihak pertama tidak bertanggung jawab apabila terjadi hal – hal yang tidak diinginkan terhadap Deni Ismawan.

Netizen yang membaca postingan Surat Pernyataan tersebut beradu argumen pada kolom komentar. Berbagai pendapat dan saran diajukan oleh netizen untuk menanggapi postingan tersebut. Bahkan ada beberapa yang menanggapi dengan komentar negatif.

Berdasarkan hal tersebut, Wartaterkini. News menelusuri kronologis kejadian yang sebenarnya. Diawali dengan mendatangi keluarga Deni Ismawan di kediamannya di kelurahan Kisau. Hasil konfirmasi dengan keluarga Deni Ismawan didapatlah kronologis kejadian dan dibuatnya Surat Pernyataan tersebut.

Menurut Deni Ismawan, kecelakaan yang menimpanya terjadi siang hari pada tanggal 10 Oktober 2018 yang lalu di Tebing Gading. Saat itu Deni sedang mengendarai sepeda motor jenis Honda Revo Fit melintas di belakang mobil Toyota Dybo dengan nomor polisi 9963 BE. Tiba – tiba ada benda yang mengenai dirinya yang menyebabkan kecelakaan. Akibat kecelakaan tersebut, Deni mengalami luka berat di bagian hidung dan kening serta gangguan di bola matanya. Lalu korban langsung dilarikan ke Klinik Ismadana namun dirujuk ke Rumah Sakit Sabutan (RSUD).

Baca Juga :  PT. WSP Nanga Mahap Gelar Ritual Adat Ngudas

Karena kondisinya yang cukup parah korban lalu dirujuk lagi oleh pihak Rumah Sakit Sabutan ke Rumah Sakit Umum Baturaja. Dari RSUD Baturaja korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Palembang. Korban di rawat di RS Muhammad Husein Palembang melalui jalur umum dan menjalani pengobatan sampai korban sadar dan cukup sehat. Semua biaya selama perawatan tersebut ditanggung oleh Charles. Tak hanya itu, Charles juga mendaftarkan BPJS atas nama korban yang nantinya digunakan untuk pengobatan lebih lanjut.

“Saya tidak sadar saat dibawa ke Klinik Ismadana sampe dirujuk ke Baturaja dan Palembang. Setelah dirawat di Palembang, kondisi saya mulai membaik. Charles datang mengunjungi saya ketika saya sudah sadar dan kondisi saya membaik. Dari awal pengobatan di Rumah Sakit, biayanya ditanggung oleh Charles”, ujarnya.

Mengenai Surat Pernyataan yang dibuat oleh kedua belah pihak, Deni mengatakan bahwa dia tidak hadir ketika penandatanganan karena masih berada di Palembang. Ibunya berkomunikasi melalui telfon dengan ayah mertuanya (Ropai) untuk mewakili mereka.

Selanjutnya Wartaterkini.News mendatangi Ropai. Menurut Ropai yang merupakan perwakilan dari Deni (Bapak mertua Deni Ismawan) mengatakan bahwa saat menandatangani Surat Pernyataan tersebut kesepakatan yang dibuat atas dasar permintaan dari ibu kandung Deni yang merupakan besan Ropai. Ropai mengatakan dia hanya memperlancar saja dengan kapasitas sebagai saksi. Surat Pernyataan tersebut dibuat dan ditandatangani di kediaman Charles Minarko. Ropai mendatangi kediaman Charles seorang diri dengan mengendarai sepeda motor.

Baca Juga :  Bursa Kerja Sidoarjo Bisa Menampung Ratusan Lulusan SMK/SMA

Selanjutnya Ropai mengatakan bahwa isi pernyataan tersebut benar adanya hanya saja saat menandatangani Surat Pernyataan tersebut kapasitasnya sebagai saksi bukan sebagai pihak ke dua.

“Isi pernyataan tersebut memang benar, sesuai dengan keinginan ayuk kami (Besan/ibu kandung Deni ). Tapi saya sebagai saksi bukan sebagai pihak pertama,” ujarnya.

Setelah mendatangi keluarga Deni Ismawan, Tim Wartaterkini.News mendatangi Charles Minarko di kediamannya. Menurut Charles, kejadian tersebut dialami oleh sopir mobil Toyota Dybo dengan nomor polisi 9963 BE ( Ahmat Ali Hidayat) yang memuat material bangunan yang berkendara menuju Desa Pelangki tepatnya dilumai. Sementara dum truck tersebut milik Charles Minarko.

Kecelakaan bermula saat dam truck yang dikemudikan oleh Ahmat mengalami pecah ban di Tebing Gading yang mengakibatkan karpet lumpur (karpet ban belakang) lepas. Pada saat yang bersamaan Deni sedang melintas dari arah belakang mobil dum truck sehingga karpet yang lepas tersebut mengenai Deni.

“Mobil dum truck yang mengangkut material bangunan mengalami pecah ban di Tebing Gading. Karena pecah ban, karpet lumpur yang di ban belakang lepas. Bersamaan dengan itu, deni lewat dengan kecepatan tinggi ( ngebut) dan karpet tadi mengenai dia,” jelas Charles.

Mengenai Surat Pernyataan tersebut, Charles menuturkan bahwa isi Surat Pernyataan tersebut merupakan hasil kesepakatan kedua belah pihak yang mana point 1 dan 2 dari isi pernyataan tersebut merupakan permintaan dari ibu kandung Deni. Sedangkan point ke 3 atas permintaan dirinya. Dari ke tiga point tersebut terjadilah kesepakatan antara Charles selaku pihak pertama dan Ropai selaku pihak ke dua secara kekeluargaan.

Baca Juga :  Pemdes Persiapan Banjar Agung Madang Suku 3 Bersinergi Dengan Duscapil OKU Timur

“Isi pernyataan point 1 dan 2 itu atas permintaan ibu kandung Deni. Sedangkan point ke 3 itu permintaan saya. Kami sama – sama sepakat dan mengetahui isi dari pernyataan tersebut. Mengenai status saya sebagai pihak pertama, itu atas permintaan keluarga Deni. Saya menyetujui permintaan mereka sebagai wujud rasa tanggung jawab dana rasa kemanusian saya karena mobil dum truck tersebut milik saya”, tutur Charles.

Sebelum membuat Surat Pernyataan kekeluargaan tersebut, mereka sudah melakukan perdamaian yang disaksikan pihak Satlantas Polres Kabupaten OKU Selatan. Saat itu keluarga Deni diwakili oleh ibu kandung, istri dan mertuanya. Sedangkan pihak Ahmat Ali diwakili oleh Charles.

Mengenai biaya pengobatan selama korban menjalani perawatan, ditanggung oleh Charles termasuk uang makan dan transport. Bahkan Charles mengatakan apabila Deni ingin melakukan pemeriksaan kesehatan selanjutnya, dirinya siap membantu. Namun yang bersangkutan tidak melakukan pemeriksaan tersebut. Sebelum postingan itu viral di medsos, tiga minggu yang lalu Deni mendatangi kediaman Charles namun tidak bertemu yang bersangkutan karena sedang berada diluar kota. Deni hanya bertemu dengan istri Charles namun tidak ada pesan apa pun.

“Tiga minggu sebelum Deni datang namun tidak bertemu saya dan sebelum hal ini viral di medsos, Deni berulang kali datang kerumah saya. Dia minta uang untuk keperluan menebus obat dan saya kasih. Tidak ada ucapan kalo dia mau melanjutkan pengobatan”, pungkas Charles. (Ayik/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini