Sumsel Wajib Bebas Asap Demi Kebutuhan Masyarakat

Inderalaya,wartaterkini.news – Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan, status zero asap di Sumsel bukan diprioritaskan selama Asian Games saja, tetapi merupakan kebutuhan bagi masyarakat pada umumnya bukan karena paksaan dari negara-negara luar atau  karena adanya event Asian Games tetapi merupakan kebutuhan yang harus kita pelihara setiap saat, hal ini disampaika dalam rapat bersama Wagub Sumsel Mawardi Yahya di Griya Agung, Sabtu (06/10/2018) malam.

Menindaklanjuti hal tersebut diatas Staf Khusus Gubernur Sumsel Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani mengadakan rapat khusus di Posko Karhutla Palem Raya Ogan Ilir, Inderalaya Utara, Minggu (08/10/2018).

Dalam arahannya Najib menyampaikan tiga hal yang merupakan prioritas utama guna penanggulangan bencana kebakaran yang akhir-akhir ini sering terjadi terutama di Kabupaten Ogan Ilir yang dampak asapnya masuk langsung ke Palembang.

Adapun ketiga hal tersebut adalah Himbauan kepada BPBD Kabupaten Ogan Ilir dan OPD terkait agar terus melakukan pemantauan dengan melibatkan petugas Jalan Tol utntuk aktif menginformasikan kondisi diwilayah sepanjang jalan Tol yang rawan karhutla, untuk Dinas Lingkungan Hidup agar kiranya mendata semua perusahaan yang ada di wilayah Ogan Ilir dan secepatnya mengadakan pertemuan guna pembahasan  mengenai hal-hal yang terkait dengan adannya bencana karhutla dan untuk Dinas Pertanian melakukan kerjasama dengan perusahaan beras dengan membuat persawahan atau sayur-sayuran yang sebelumnya sudah dilakukan kerjasama bisnis dengan TNI.

Baca Juga :  HD Tegaskan Akan Kembalikan Kejayaan Lumbung Pangan Sumsel

Disampaikan juga untuk masing-masing OPD dapat mengawal dan juga membina beberapa desa yang ada di Kabupaten Ogan Ilir terutama di desa-desa yang rawan karhutla, ujar Najib.

“Untuk pemanfaatan lahan Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD)  Prov.Sumsel akan melakukan kerja sama dengan Dinas Pertanahan guna pemanfaatan lahan dan hal ini merupakan program prioritas TRGD,” kata Najib yang juga Ketua TRGD Prov.Sumsel.

Pada Kesempatan ini Kepala Dinas BPBD Kabupaten Ogan Ilir Jamhuri mengatakan Pemkab Ogan Ilir sudah melakukan Pemetaan Wilayah Karhutla, mendata semua perusahaan yang ada.

“Sejak 2017 untuk bencana Karhutla sudah disikapi dengan tegas dan sudah terbentuk Satgas Desa di 16 Desa dan untuk saat ini meningkat menjadi 55 desa yang memang rawan karhutla tetapi permasalahnya adalah untuk operasi Satgas Desa masih kekurangan Sarana Prasarana dan tidak dianggarkan didana desa jadi alangkah baiknya jika di 55 desa tersebut dilengkapi dengan sarana prasarana serta menghimbau kepada perusahaan agar memberikan bantuan dalam penanggulangan bencana karhutla”, ujar Jamhuri.

Baca Juga :  Kemenaker RI Bakal Bangun BLK UPTD di Kota Prabumulih

Tahun 2019 dianggarkan dana untuk pembuatan sumur bor di 16 Kecamatan,dikarenakan dibutuhkan perawatan maka pembuatan sumur bor diletakkan di kecamatan. Dan juga Saat ini di Kabupaten Ogan Ilir sudah terbentuk Pemuda Peduli api dan ikut mensosialisaikan pembukaan lahan tanpa membakar, pungkas Jamhuri.

Kepala Desa Palem Raya Ilham Fuadi, menyampaiakan dari desa sudah membuat Satgas Desa tetapi permasalahan anggaran yang dialokasikan untuk Satgas Sesuai Pergub hanya untuk 7 Orang sementara personil Satgas Desa yang ada 7 sampai 12 orang, kata Ilham Fuadi

Untuk Program Kegiatan kerjasama dengan Distan sebaikknya melakukan tanam padi ngambur padi tahunan, memanfaatkan lahan tanam padi tahunan dengan mengambur.

“Harapannya untuk dana desa agar mendapat dana tambahan khusus untuk penanggulangan karhutla khususnya untuk daerah rawan karhutla, kalua hanya mengandalkan dana desa yang ada jelas hal ini tidak mencukupi”, ujar Kades Palem Raya.

Baca Juga :  Dandim 0719 Jepara Bersama Forkompinda Jepara Ikuti Prosesi Larungan Kepala Kerbau

Kepala Pelaksana BPBD Prov. Sumsel, H. Iriansyah menyampaikan Desa adalah lini penting dan pemberdayaan masyarakat desa itu penting karena masyarakat desalah yang lebih tau tentang desa itu sendiri, kata Iriansyah.

Mengenai sapras akan diusahakan dari sumber lain dan 6 bupati khususnya untuk Ogan Ilir serta wilayah Tol Palindra jadi perhatian dan bersama-sama menjaga desa agar tidak terjadi bencana karhutla, lanjut Kalaksa BPBD Prov.Sumsel.

Provinsi sangat support dan desa harus aktif, untuk Posko Palem Raya sudah sangat baik, begitu dapat informasi ada api  Posko Terpadu BPBD Prov. Sumsel siap melakukan water bombing dan diharapkan untuk operasi darat agar lebih dioptimalkan bila perlu Satgas yang ada dipermanenkan bukan hanya untuk bencana karhutla tetap tetap siaga, tutup H.Iriansyah.

Turut hadir Kepala Dinas Kehutanan Prov.Sumsel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov. Sumsel, Kepala Dinas Perkebunan Prov. Sumsel, Kepala Pelaksana BPBD Prov. Sumsel, Dinas Kominfo Prov.Sumsel. Kepala BPBD Kabupaten OI beserta para Kepala Bagian, TNI, Manggala Agni, Satgas Posko Palem Raya, Kades Palem Raya. (Rilis Diskominfo Prov/Clye/Red wt)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini