Sumsel Siap Aplikasikan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis

Palembang wartaterkini.news– Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menerima penyerahan E-Arsip dengan Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Graha Bina Praja Prov. Sumsel, Selasa, 16/10.

Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, dan bertujuan untuk mempengaruhi para Sumber Daya Manusia (SDM) di Lingkungan Pemprov Sumsel melalui penerapan teknologi dan komunikasi, yaitu dengan meningkatkan pemahaman mengenai tata kelola dokumen secara sistematis.

“Arsip merupakan salah satu hal yang penting bagi Pemprov Sumsel sebagai sumber informasi bagi generasi yang akan datang tentang proses pembangunan yang dilakukan di Sumsel, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan berkelanjutan”, ungkapnya.

Baca Juga :  Ketum PB HMT Desak Bupati Pultab, Pecat 3 Kades ini

Mawardi menjelaskan bahwa salah satu contoh pemanfaatan arsip adalah dalam penyelenggaraan terkait iven olahraga di Sumsel, seperti Islamic Solidarity Games (ISG), Sea Games, dan Asian Games 2018, yang telah memiliki dokumen berupa informasi mengenai perjuangan untuk mensukseskan iven tersebut kepada para generasi penerus.

“Harapan kami agar setiap OPD-OPD dapat menerapkan sistem pengelolaan arsip sehingga dapat membantu untuk menyelesaikan permasalahan yang mungkin timbul di kemudian hari”, katanya.

Menambahkan, Kadin Kearsipan nasional Mustari Irawan, mengungkapkan bahwa penyerahan aplikasi SIKD merupakan suatu perwujudan keinginan untuk memberikan kontribusi terhadap program pemerintah tentang pembangunan tata kelola pemerintah dengan sub agenda pembangunan pemerintahan yang mempunyai elektabilitas dan transparasi

Baca Juga :  Polres Gowa Gelar Peringatan Nuzulul Qur'an

“Aplikasi ini adalah pendorong agar setiap pemerintah dapat meningkatkan pengelolaan arsip yang cepat, tepat, dan akurat. Dan syarat aplikasi harus didukung oleh empat instrument yang harus berjalan di lingkungan OPD-OPD, sekretariat dan lain-lain”, ucapnya.

Beliau menjelaskan empat instrument tersebut yaitu pertama tentang tata naskah dinas yang mengatur naskah agar dapat diarsipkan yang diatur dalam sistem. Yang kedua yaitu tentang fasilitas arsip untuk penyimpanan sehingga dapat memberikan kemudahan dalam penataan dan klasifikasi

Baca Juga :  Sekda Sumsel Pimpin Rapat Persiapan Palembang Triathlon 2020

“Ketiga yaitu jadwal retensi arsip yang dapat menunjukan seberapa lama arsip data disimpan dan keempat yaitu keamaan dan akses arsip, sehingga dapat ditentukan jenis-jenis arsip yang dapat bersifat rahasia maupun umum”, ujarnya.

Mustari menyatakan bahwa tidak semua arsip dapat disebarluaskan ke masyarakat, sehingga harus ada sistem yg mengaturnya yaitu salah satunya dengan penerapan SIKD, yang telah dikelola dalam bentuk laporan yang penuh elektabilitas oleh pemerintah.

“Kami berharap agar aplikasi ini dapat digunakan sebagai pendekatan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendorong proses transparansi pemerintah ke masyarakat”, pungkasnya.(Tm/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini