Staf Khusus Gubernur Sumsel Edi Junaidi Jabat Komisaris Utama BSB

oleh -1.837 views

Palembang, wartaterkini.newsGubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru resmi melantik empat komisaris Bank Sumsel Babel (BSB). Posisi komisaris yang dilantik meliputi, Komisaris Utama PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Sumsel Babel, PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) Sumsel dan komisaris independen PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel.

Salah satunya Edi Junaidi yang dulu menjabat sebagai Staf Khusus Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Gubernur mengungkapkan, pasca penunjukkan Edi Junaidi sebagai Komisaris Utama PT BPD BSB jabatan yang diemban oleh Edi sebagai Stafsus resmi dicopot.

“Sudah diberhentikan tidak boleh rangkap jabatan”. tegas Gubernur, Jumat (3-01-2020).

Baca Juga :  Gali Skill Warga Binaan, Lapas Kelas II B OKU Selatan Gelar Pelatihan

Menurut Deru peran komisaris yang diemban tentunya untuk pengawasan. Ia mempersilakan untuk berimprovisasi di lapangan agar kinerja baik yang dihasilkan. Namun tetap memberikan rasa nyaman bagi internal ataupun lainnya.

“Grade pasti naik tapi jadikan ini sebagai amanah. Pejabat banyak tapi cara memandang itu tergantung dari personalnya. Mereka harus pahami tupoksinya sebagai pengawas, lembaga kontrol tapi tidak boleh terlalu masuk teknis ke perusahaan yang mereka ditempatkan artinya tidak boleh campur tangan,” jelasnya.

Lanjutnya, orientasinya tentu dengan pengawasan yang baik akan bermuara pada keuntungan yang lebih besar. Kalau sudah ada pengawas tapi perusahaan (milik daerah) bersangkutan tidak ada peningkatan maka dirinya tak segan melakukan RUPS-LB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa).

Baca Juga :  Enam Kabupaten dengan Kebakaran Hutan dan Lahan Terluas Sepanjang Tahun Ini

“Jangan nyaman di zona nyaman ancamannya ya RUPS-LB. Sebagai Gubernur yang memiliki kewenangan pemilik saham pengendali saya berhak melakukan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Edi Junaidi, Komisaris Utama BSB yang baru dilantik mengatakan, dirinya baru masuk ke dalam lingkup perbankan. Konsolidasi internal pun akan dilakukan menyangkut program-program yang sudah dibuat untuk 2020.

Terlebih sesuai instruksi gubernur peran komut sebagai pengawasan, pihaknya akan melakukan evaluasi program-program yang disiapkan apakah telah sesuai dengan konsul-konsul yang telah dibuat berdasarkan evaluasi di tahun lalu.

Baca Juga :  Nekat Jual Narkoba, Pria Asal Jalan Singosari Diringkus Jajaran Polres Pematangsiantar

“Apabila ada kelemahan maka harus diperbaiki dan harapan Gubernur adanya Komisaris akan meningkatkan efektifitas kinerja dari direksi,” ujarnya.

Setelah konsolidasi internal maka akan diketahui kondisi perusahaan, untuk menjadi modal menjalankan tugas kedepannya.

Pengawasan aktif perlu dilakukan untuk mendukung visi misi BSB menjadi bank terkemuka dan kinerja unggul serta memberikan dampak pembangunan perekonomian masyarakat Sumsel.

“Bank daerah juga harus bisa bersaing, apalagi BSB sebagai bank kebanggaan masyarakat Sumsel,” tutupnya. (Cly/red)

Print Friendly, PDF & Email