Sosialisasi Supervisi Pelaksanaan Pemulihan Ekosistim Gambut

Palembang,Wartaterkini.news–Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan, Drs. H. Edward Candra, M. H. Buka langsung Sosialisasi Supervisi Pelaksanaan Pemulihan Ekosistim Gambut di Kawasan Berizin, bertempat di Hotel Swarna Dwipa Senin (17/12/2018)

Dalam melindungi dan mengelolah Ekosistem gambut agar lebih baik serta efektif di masa yang akan datang, untuk itu Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah membuat peraturan pelaksanaan perda Provinsi Sumsel Nomor 01 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut.

“Dengan adanya Perda tersebut diharapkan kita semua dapat menjaga keseimbangan dan kelestaria Ekosistem Gambut agar dapat memberikan manfaat sosial, ekonomi, budaya, serta ekologi bagi masyarakat dengan cara memperbaiki fungsi alam lahan gambut dan juga mendukung Ekosistem yang ada disekitarnya” harap Edward

Indonesia memiliki hampir 12,3 hektar lahan gambut dengan fungsi budidaya. Dari luas tersebut, sebanyak 1,4 juta hektar lahan gambut berada di Provinsi Sumsel yang terdiri dari 36 kesatuan Hidrologi Gambut.

Lanjut Edward, Kerusakan ekosistem gambut pada umumnya terjadi karena pembukaan dan pengeringan gambut, akibatnya lahan dan rawa gambut menjadi rentan terbakar. Pada tahun 2015, kebakaran hutan dan lahan di Sumsel mencapai 736 ribu hektar, yang mana meliputi Kabupaten Ogan Komering ilir memiliki area paling besar kebakaran yaitu 377 ribu hektar (51.23%), disusul Kabupaten Banyuasin seluas 141 ribu ha  (19.15%) dan Kab. Musi Banyuasin108 ribu ha(14.7%).

Baca Juga :  Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pakualaman Bersinergi Latih Paskibra

” Untuk itu, melihat pada luasnya areal gambut yang rusak atau terancam rusak, BRG menerapkan Pendekatan 3R (Rewetting, Revegetasi, dan Revitalisasi mata Pencaharian Penduduk) dengan melakukan penyekatan kanal-kanal, bahkan kalau perlu menutup kanal untuk membasahkan kembali gambut, dengan tujuan menjaga tinggi permukaan air. Dan Pembasahan ini tidak akan berjalan efektif bila tidak di dukung dengan tajuk atau tanaman yang menaungi nya, ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di dalam dan sekitar areal restorasi gambut” himbau dan harap Kadis Lingkungan hidup dan Pertanahan.

Diahir sambutan Edward Candra mengucapkan terima kasih Kepada para peserta ” Selamat Datang, selamat mengikuti Sosialisasi ini, Semoga Sosialisasi ini dapat menjadi Sarana penyampaian lnformasi mengenai Supervisi tentang Pelaksanaan Pemulihan Ekosistem Gambut dikawasan Perizinan.

Selaku Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan-KLHK yang diwakili oleh Huda mengungkapkan terkait dengan areal target Restorasi Gambut yang ada di dalam areal Konsesi atau Perizinan, ada 74 Perusahaan yang teridentifikasi masuk dalam peta indikatif restorasi gambut yang terdiri dari 16 Perusahaan Kehutanan dan 58 Perusahaan Perkebunan serta Perikanan yang di undang pada saat ini untuk dilakukan Sosialisasi dan divalidasi datanya.

Baca Juga :  Rempah Indonesia Diburu Dunia

“Semoga dengan diadakanya Sosialisasi ini kita mempunyai persamaan persepsi dan Komitmen yang sama dalam perlindungan dan pengelolaan Ekosistem gambut yang lebih baik lagi, serta apa yang kami sampaikan dapat menjadi pengalaman tersendiri”pungkas Huda

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan, yang diwakili oleh Kasi Pelayanan Media lnformasi Publik Azim Baidillah. SH, MH menambahkan bahwa, Dinas Kominfo Sumatera Selatan melalui Media Center sudah berperan aktif sejak Tahun 2015 yg lalu ketika musibah besar yg terjadi di Indonesia tatkala kebakaran hutan saat itu dan diantaranya lahan gambut. Kemudian timbul Badan Restorasi Gambut yang mempunyai tugas memulihkan dua juta hektar lahan gambut di Indonesia.

“Media Center Kominfo Provinsi Sumsel berkomitmen dan turut serta terjun ke daerah-daerah terjadi kebakaran hutan dan lahan untuk memberitakan/Mempublikasikan Berita tentang kenyataan  yg terjadi di lapangan” ungkap Azim Selaku Kasi Bidang PIP.

Baca Juga :  Danau Seketi Bergulir, Dana Sertifikasi Meluncur Ke KPP

Usaha pemerintah sudah maksimal dalam pencegahan maupun pemadaman kebakaran dan itu terjadi di tahun 2018 dimana Sumsel menjadi tuan rumah Asian Games yang sukses meminimalisir kebakaran hutan dan lahan di Sumsel.

Masih, Kasi Bidang PIP mengatakan bahwa membangun kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan ekosistem gambut, serta pihak termasuk lembaga non Pemerintah agar dapat terlibat secara aktif guna mencegah kerusakan ekosistem gambut.

“Semua proses pencegahan maupun pemadaman kebakaran hutan dan lahan khususnya gambut dapat dilihat dari pemberitaan Media Center di website www.sumselprov.go.id kami selaku Corong nya Sumsel” pungkas Azim.

Sosialisasi Supervisi Pelaksanaan Pemulihan Ekositem Gambut ini dihadiri Direktur Jendral Pengendalian Pencemaran KLHK, Dirjen Perkebunan Kementerian RI, Deputi Edukasi Sosialisasi atau membangun BRG, Kepala Dinas Perkebunan, Kadis Kehutanan Prov Sumsel, Kadis Kominfo Prov Sumsel, yang diwakili oleh Kasi Bidang PIP, Azim Baidillah, Kadis ESDM Prov. Sumsel serta Kepala OPD Kabupaten, Kota di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan.  (Cly/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini