Sore Hari Kabut Asap Selimuti Kota Muaradua Kabupaten OKU Selatan

OKU Selatan Sumsel, wartaterkini.news–Kendati terlihat tipis dan muncul fluktuatif, kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran lahan dan hutan di Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan sempat menyelimuti langit kota Muaradua. Pantauan wartaterkini.news, kabut asap tersebut berasal dari lokasi lahan yang terbakar di Talang Belidang Desa Pelangki pada sore hari di mana saat itu sebagian masyarakat sedang menikmati suasana sore bersama keluarga.

Sebagian warga yang menyaksikan munculnya kabut asap tersebut mengira terjadi kebakaran sehingga mereka was-was mengingat saat ini masih musim kemarau.

Baca Juga :  Upaya Percepat Vaksinasi, Polres Pamekasan Gandeng Haiomlafamilia

“Tampak lebih kurang satu jam kabut asap membuat cahaya matahari terhalang. Cukup tebal kabutnya. Takutnya ada kebakaran,” ujar Yanti, warga Kelurahan Pasar, Kecamatan Muaradua. Sabtu (07-09-2019).

Munculnya kabut asap juga terdeteksi oleh pihak Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan sehingga menurunkan team dengan dibantu personel Koramil Muaradua menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

Setelah ditelusuri, ternyata penyebab munculnya kabut asap tersebut dikarenakan beberapa warga sedang melakukan pembakaran hutan untuk dijadikan lahan pertanian. Mengetahui hal tersebut, team BPBD dan personel Koramil segera melakukan pemadaman sedangkan para pelaku yang melakukan pembakaran melarikan diri begitu mengetahui ada petugas yang datang.

Baca Juga :  Dihari Yang Sama Kebakaran Kembali Hanguskan Satu Unit Rumah di Desa Sp Lubuk Dalam OKU Selatan

Tindakan pembakaran hutan untuk lahan pertanian tidak dibenarkan dalam hukum bahkan sudah ada UU yang mengatur tentang hal tersebut. Namun, sebagian masyarakat masih melanggar aturan tersebut dengan berbagai alasan diantaranya pembakaran hutan merupakan cara tercepat dan hemat biaya dalam membuat lahan pertanian.

Kepala BPBD Kabupaten OKU Selatan, Doni Agusta saat dikonfirmasi menghimbau kepada masyarakat agar melapor ke BPBD atau ke  kecamatan atau pun ke perangkat pemerintah  terdekat jika akan melakukan pembakaran hutan atau lahan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga :  Rakor Karhutla 2021, Gubernur Sumsel Harapkan Solusi Jangka Panjang Atasi Karhutla

“Jika akan melakukan pembakaran hutan atau pun lahan hendaknya melapor terlebih dahulu ke BPBD atau ke kecamatan atau pun ke perangkat desa setempat agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan”. Ujar Doni

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini