Senin, Mei 23, 2022
Google search engine
BerandaBeritaSMPK Rosa Mistika Wae Rana Lolos Program Sekolah Penggerak

SMPK Rosa Mistika Wae Rana Lolos Program Sekolah Penggerak

Matim NTT, wartaterkini.news–Sekolah Menengah Pertama Katholik (SMPK) Rosa Mistika Wae Rana, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur lolos jenjang kompetisi program sekolah penggerak.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Sekolah SMPK Rosa Mistika, Sr. Valensia CIJ di ruangan kerjanya. Kamis, (20/01/21)

“Sekolah kami lolos sebagai sekolah penggerak, kedepannya kami prioritaskan program literasi”, ungkapnya.

Selain literasi baca dan tulis, literasi numerasi. Sekolah kami juga dituntut untuk mengaplikasikan literasi sains, literasi digital, literasi budaya, literasi finansial sebagai tanggung jawab dibalik lolosnya program sekolah penggerak.

Baca Juga :  Rektor Universitas Muhamadiyah Kotabumi Resmi Dilantik

Di samping lolol sebagai sekolah penggerak, Sr. Valensia CIJ juga menyampaikan, dari 147 Sekolah, SMPK Rosa Mistika dari enam atau delapan sekolah sukses mengikuti ujian pertama UNBK di Manggarai Timur

“Kami didukung oleh Komite sekolah dan Dinas. Fasilitas komputer UNBK dipersiapkan hingga Dinas juga menggunakan komputer kami untuk Ujian Bosda”,ujarnya

Imbuhnya Asesmen Nasional (AN) dua sekolah negeri juga pernah menggunakan komputer sekolah SMPK Rosa Mistika.

Baca Juga :  OKI Perkuat Data Geospasial Untuk Pengambilan Kebijakan

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto mengapresiasi perjuangan sekolah SMPK Rosa Mistika lolos sebagai sekolah penggerak

“SMPK Rosa Mistika sudah menjadi sekolah penggerak, yang pastinya akan memberikan persaingan positif untuk sekolah swasta lainnya. Saya sarankan untuk sekolah yang belum lolos sekolah penggerak kalau bisa study banding ke SMPK Rosa Mistika”, tegasnya

Baca Juga :  Bupati dan Kapolres Batu Bara Serahkan Bantuan Korban Banjir

Kadis Teto berharap, sekolah yang bukan sekolah penggerak, kalau bisa study banding ke sekolah penggerak. Karena ada kaitannya dengan proses kurikulum, proses lingkungannya, serta KBM. Terutama juga literasi dan numerasinya. Dan bagi sekolah yang belum lolos sekolah penggerak harus tetap bersaing untuk berkompetisi. (Nardin/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Covid-19 Counter

Indonesia
6,052,590
Total Kasus
Updated on 23 May, 2022 8:10 am

Paling Populer

Headline News