Sinergi Tiga Unsur Wujudkan PAUD Berkualitas, Inklusif dan Berkesetaraan

Bandung,wartaterkini.news– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi mengatakan pemenuhan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berkualitas menjadi tanggung jawab bersama keluarga, pemerintah, dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Mendikbud pada kegiatan Dialog Kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga di Bandung, Jumat (7/12/2018).

“Untuk mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berkesetaraan, Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyadari pentingnya kemitraan tri pusat pendidikan, yaitu satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya Mendikbud menambahkan, kerja sama dan keselarasan program pendidikan yang diselenggarakan di satuan PAUD dan keluarga akan mendukung optimasisasi perkembangan anak.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar menyatakan pentingnya keterkaitan tiga unsur tersebut.

“Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia telah mencetuskan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Harris Iskandar menyatakan bahwa “Dialog Kebijakan PAUD dan Pendidikan Keluarga Tahun 2018 yang mengusung tema “Mewujudkan PAUD yang berkualitas, inklusif dan berkesetaraan” sejalan dengan upaya yang sedang dilakukan di tingkat global, regional maupun di tingkat nasional.

Baca Juga :  Bupati OKU Selatan Kunjungi dan Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Desa Tanjung Kari

“Untuk menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas dan menjangkau semua segmen anak usia dini dimanapun mereka berada,” kata Harris.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD adalah melalui Gerakan Nasional PAUD pada 6.783.658 juta anak usia dini di Indonesia. Sampai dengan tahun 2018 angka partisipasi anak usia dini yang terlayani mencapai 74,3 persen.

Sebagai upaya meningkatkan akses layanan pendidikan anak usia dini, pada tahun 2018 pemerintah mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) BOP PAUD sebesar Rp4,1 triliun. Sedangkan untuk membangun gedung baru, ruang kelas baru, rehabilitasi gedung, dan bantuan sarana pembelajaran, pemerintah menyalurkan Rp67,1 miliar kepada 424 lembaga.

Baca Juga :  Wakapolres SBB Cek Tahanan Polres

Selain itu pemerintah berupaya meningkatkan kualitas layanan satuan PAUD melalui kegiatan Penataan Kelembagaan PAUD dalam rangka peningkatan akreditasi satuan PAUD dengan sasaran 2.600 lembaga. Serta kegiatan pembinaan Profesional Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD dengan sasaran sebanyak 2.100 lembaga atau dengan anggaran sebesar Rp21 miliar.

Untuk meningkatkan layanan PAUD dan pendidikan keluarga, Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat menggelar Dialog Nasional Kebijakan Pendidikan Anak Usia Dini dan Keluarga dengan Tema “Mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Berkualitas, Inklusif dan Berkesetaraan”.

Kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk menyusun kebijakan nasional pembangunan PAUD dan pendidikan keluarga. Dialog ini merupakan ajang bagi pegiat, pemerhati, akademisi, pelaku serta pengambil kebijakan untuk berbagi pengalaman baik dan ide tentang PAUD dan pendidikan keluarga.

Dialog ini dibagi ke dalam dua kegiatan yaitu pembahasan utama dan workshop. Pembahasan utama dialog mengangkat topik 1) upaya pencegahan gagal tumbuh (stunting) melalui PAUD Holistik-Integratif, dan 2) keterlibatan orangtua dalam pengawasan perkembangan anak usia dini. Disamping itu, kegiatan workshop mengangkat tujuh topik terkait yaitu 1) evaluasi kebijakan PAUD dan pendidikan keluarga, 2) sinergi peran para pemangku kepentingan dalam mewujudkan PAUD berkualitas, 3) diseminasi model dan praktik baik PAUD dan pendidikan keluarga, 4) rencana aksi percepatan pendataan dan pemenuhan Standar Nasional PAUD, 5) pelibatan keluarga dalam layanan PAUD berkualitas, 6) pembahasan instrumen pemantauan Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak, dan 7) Review praktik baik penyusunan program “Little Scientist”.

Baca Juga :  Selewengkan Pupuk Bersubsidi,Polresta Banyuwangi Tangkap Oknum Ketua Kelompok Tani

Kegiatan yang diselenggarakan pada 6 hingga 8 Desember 2018 di Bandung ini turut dihadiri pimpinan dari kementerian dan lembaga terkait, organisasi nasional peduli PAUD, organisasi internasional, tokoh masyarakat dan guru-guru PAUD dengan jumlah sebanyak 500 orang. (Elvifa/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini