banner 728x250

Siaga, Aktivitas Vulkanik Gunung Ibu Meningkat

Jakarta, wartaterkini.news–Pusat Vulkanologi dan Mitigas Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menaikkan status Gunung Ibu di Maluku Utara menjadi Level III (Siaga) dari  Level II (Waspada).

“Berdasarkan hasil pemantauan visual, dan instrumental Gunung Ibu yang menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik, PVMBG meningkatkan status Gunung Ibu dari sebelumhya Level II (Waspada) menjadi Level III (SIAGA) terhitung mulai 8 Mei 2024 pukul 10.00 WIT,” ujar Kepala PVMBG Hendra Gunawan, melalui keterangan resmi, seperti dilansir laman Kementerian ESDM, Rabu (8/5/2024).

Hendra menegaskan, sejak sekitar pertengahan April 2024, aktivitas visual dan kegempaan yaitu gempa Vulkanik Dalam menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan.

Baca Juga :   Jumlah Wisman ke Indonesia Januari-Oktober 2023 Meningkat 124,30 Persen

“Ketinggian kolom erupsi cenderung meningkat dengan disertai lontaran batuan pijar,” kata Hendra.

Status kegempaan Gunung Ibu dilaporkan, pada periode 16 April – 8 Mei 2024, aktivitas kegempaan yang tercatat di G. Ibu yaitu 130 kali gempa Letusan, 8 kali gempa Guguran, 1.445 gempa Hembusan, 53 kali gempa Harmonik, 9 kali gempa Tornillo, 6.742 kali gempa Vulkanik Dangkal, 116 kali gempa Vulkanik Dalam, 15 kali gempa Tektonik Lokal, 231 kali gempa Tektonik Jauh, dan satu kali Gempa Terasa.

Selanjutnya, PVMBG meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada serta senantiasa mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dan BPBD Kabupaten Halmahera Barat.

Baca Juga :   Cadangan Devisa Indonesia Mei 2024 Meningkat

“Masyarakat di sekitar G. Ibu diminta tetap tenang dan waspada, tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Gunung Ibu di dalam radius 3 km dan perluasan sektoral berjarak 5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu (Desa Duono, Tokuoko, Goin, Togorebasung, Sangajinyeku, Toguis, Todoke, dan Borona),” kata Hendra.

Namun, jika ada sebagian masyarakat yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, Hendra menyarakan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), dan mata (kacamata).

Penduduk yang berada di Desa Duono, Tokuoko, Goin, Togorebasung, Sangajinyeku, Toguis, Todoke, dan Borona yang berada lebih dari 4 km dari bukaan kawah di bagian utara harus meningkatkan kewaspadaan dengan tetap mematuhi arahan dari Pemerintah Daerah.

Baca Juga :   Majukan Aktifitas Pertanian di Sumsel, HD Ajak APTISI Wilayah II A Berkolaborasi

“Tingkat aktivitas G. Ibu akan dievaluasi kembali secara berkala, maupun jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Tingkat aktivitas dianggap tetap jika evaluasi berikutnya belum diterbitkan,” kata Hendra (**)