Setubuhi Anak Dibawah Umur Randa, Mahasiswa Asal Lahat Dicokok Polisi

oleh

Pagaralam Sumsel, wartaterkini.news–Randa Safutra alias Randa (20), warga Desa Tanjung Balai, Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) harus merasakan dinginnya jeruji besi dalam waktu yang lama.

Oknum mahasiswa asal kabupaten Lahat ini dijebloskan ke dalam hotel prodeo setelah menyetubuhi M (16), bukan nama sebenarnya. Siswi SMA asal Kota Pagaralam ini, M disetubuhi pelaku berulang kali. Kasus persetubuhan anak di bawah umur ini terungkap setelah orang tua M melaporkan kasus ini ke Mapolres Pagaralam.

Kapolres Pagaralam AKBP Arif Harsono, Sik Melalui Kasat Reskrim AKP Najamudin, SH dalam press realese, mengatakan, kasus persetubuhan anak di bawah umur bermula pada Minggu (29/8/2021), sekitar pukul 14.30 Wib.
Pada siang itu, orangtua korban tengah berada di kebun cabai miliknya.

Baca Juga :  Gugat Hasil Audit Perhitungan Kerugian Negara Oleh Inspektorat Daerah Flotim

Saat asyik menyiangi rumput, datang anak gadisnya M sambil menangis.
Di sela tangisannya itu, M bercerita kepada orang tuanya jika dirinya baru putus hubungan pacaran dengan Randa Safutra.

Mendengar anaknya putus hubungan kekasih pujaan hatinya itu, sang ibu menanggapi dengan santai dan menasehati anaknya dengan kata-kata banyak laki-laki lainnya.

Mendengar perkataan sang ibu demikian, membuat M bukannya berhenti menangis, namun sebaliknya malah terus histeris.

“Nah, saat menangis histeris itu, M tercetus tidak sengaja kepada orang tuanya jika dirinya sudah disetubuhi oleh sang pacar berkali-kali”,jelasnya Jum’at (01-10-2021).

Mendengat pengakuan buah hatinya itu, sang ibu begitu terkejut dan dengan perasaan geram melaporkan peristiwa persetubuhan anak di bawah umur itu ke Mapolres Pagaralam.

Baca Juga :  Ajak Gadis Dibawah Umur Nginap di Hotel, RHS Diamankan Polsek NA IX-X

Dikatakan Kasat, begitu mendapatkan laporan, petugas langsung melakukan penyelidikan. Tepatnya pada Jumat (24/9/2021), sekitar pukul 10.30 WIB, petugas mendapati informasi keberadaan pelaku yang tengah berada di Dusun Tinggi Hari, Kota Pagaralam.

Setelah dipastikan keberadaan pelaku, aparat bergerak cepat dengan melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak.

Proses penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Pagaralam AKP Najamudin, SH bersama Kanit PPA dan Anggota unit PPA.
Saat disergap petugas, pelaku tengah berada di tempat persedekahan keluarganya.

Setelah ditangkap dan diamankan, kemudian pelaku berikut barang bukti dibawa ke Polres Pagaralam guna pengusutan lebih lanjut.

Baca Juga :  Satu Pemuja Ganja dan Dua Pemuja Shabu Digulung Polisi

Dikatakan Kasat, dalam penangkapan itu, petugas mengamankan satu unit Mobil Daihatsu Grand Max nopol BG 8810 DP warna putih yang dipakai pelaku.

Diamankannya barang bukti mobil ini, menurut Kasat, karena berdasarkan pengakuan pelaku persetubuhan tersebut pernah dilakukan di dalam kendaraan roda empat tersebut.

Untuk tersangka dikenakan pasal 81 Ayat (1) dan (2) Jo pasal 76 D UU RI Nomer 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI Nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak Jo UU nomer 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan Anak dangan ancaman 15 tahun penjara. (Boy/red)

Print Friendly, PDF & Email