Sabtu, Januari 29, 2022
Google search engine
Google search engine
BerandaBeritaSeruan Organisasi Kristen Morotai, Batalkan Pemungutan Suara Pilkades Serentak pada 15 Desember...

Seruan Organisasi Kristen Morotai, Batalkan Pemungutan Suara Pilkades Serentak pada 15 Desember 2021

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news – Sejumlah Organisasi Kristen di Kabupaten Pulau Morotai memprotes Surat Edaran Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tingkat kabupaten, Nomor 005/16/PANPEL/2021 dikeluarkan pada jumat (19/11) kemarin yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pulau Morotai.

Sejumlah Organisasi Kristen tersebut diantaranya, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Pemuda Katolik Komcab Morotai, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Pulau Morotai, Perhimpunan Mahasiswa Kristen (PMK) bahkan Organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) juga turut memprotes surat edaran dimaksud.

Empat Pimpinan Organisasi tersebut kepada wartaterkini.news, sabtu (20/11/2021) menyatakan sikap dengan tegas bahwa Panitia Pilkades Tingkat Kabupaten yang dinakodai Kepala DPMD Marwan Sidasi, S.Pd kemudian menetapkan 15 Desember 2021 sebagai tanggal pemungutan suara Pilkades Serentak di Pulau Morotai merupakan langkah yang tidak bijaksana dan terkesan sepihak.

Ketua GMNI Morotai, Krisnadi Wairo, membeberkan bahwa Negara Indonesia adalah Negara yang pluralisme dan memiliki kerukunaan Agama yang baik dan juga memiliki asas Demokrasi berasaskan Pancasila, maka seharusnya Panitia Penyelenggara Pilkades di Tingkat Kabupaten dalam hal Penetapan tanggal pemilihan Pilkades haruslah mengedepankan nilai-nilai toleransi dan juga musyawara untuk mufakat dalam menerapkan asas Demokrasi yang baik di Kabupaten Pulau Morotai tampa merugikan golongan yang lain.

Baca Juga :  Parosil Paparkan Pembangunan Kepada Bappenas

“Jika Tahapan pemilihan pilkades yang ditentukan di enam Kecamatan adalah pemilihan per-Dapil dan bukan serentak maka harus dibatalkan saja atau dipertimbangkan kembali penetapan tanggal yang sudah ditetapkan oleh Panitia Tingkat Kabupaten,”bebernya

Diselah itu, Ketua GAMKI Morotai Hean Rakomole mengungkapkan tahapan pilkades di Morotai mestinya dari awal telah dikeluarkan jadwal atau tahapan yang real seperti sekarang, sesuai dengan Perbup No 30 tahun 2019 dirubah menjadi Perbup No 30 tahun 2021 tentang Tatacara Pencalonan, Pemilihan, Penetapan dan Pelantikan Kepala Desa Serentak, sehingga tahapan dan proses berjalan dengan baik.

Menurutnya, hal tersebut dipandang penting karena hingga saat ini penetapan waktu pelaksanaan pemilihan dan pemungutan suara pada tanggal 15 desember 2021 dapat berpengaruh pada persiapan umat kristiani menghadapi hari besar Natal pada tanggal 25 desember 2021.

Baca Juga :  Warga Desa Iga Optimis Menangkan Paslon TIVA di Wasile Utara

“Kita lihat dari aspek keamanan penyelenggaraan pemilihan di 87 desa, butuh kerja ekstra dan penganggaran yang tidak sedikit sehingga kalau hal ini diselengarakan serentak dengan tahapan per-Dapil maka bisa saja dalam momentum Natal pun kedamaian seakan hilang karena dampak terhadap pemilihan di tingkat desa yang masih dirasakan oleh masyarakat, sehingga Panitia Pilkades dapat mempertimbahkan waktu pelaksanaan pemilihan yang tidak mengganggu persiapan umat melaksanakan ibadah Natal nanti,”jelasnya Hean

Sementara Ketua Pemuda Katolik Komcab Pulau Morotai, Hiron Rahankey meminta Panitia Penyelenggara Pilkades Tingkat Kabupaten Pulau Morotai mengkaji kembali penetapan tanggal Tahapan Pemungutan Suara.

“Jika tanggal 15 Desember itu merupakan tanggal pemungutan suara serentak di 87 desa maka menurutnya tidaklah menjadi persoalan, akan tetapi apabila tanggal 15 Desember itu merupakan hari pertama dimulainya Tahapan Pemungutan Suara per-Dapil, maka Panitia Penyelenggara perlu mempertimbangkan kembali penetapan waktu dimaksud karena waktunya sangat berdekatan dengan Perayaan Natal sehingga dapat menciderai makna Perayaan Natal bagi seluruh umat Kristiani di Kabupaten Pulau Morotai,”ujarnya

Baca Juga :  Warga Tagih Janji Penanganan Eceng Gondok Sungai Komering

Untuk itu, Hiron menegaskan Panitia Penyelenggara perlu mempertimbangkan tingkat resistensi pemungutan suara terhadap makna Perayaan Natal Tahun 2021, ia pun menggarisbawahi bahwa janganlah faktor desakan publik sehingga Panitia Penyelenggara harus mengejar limit waktu dengan mengorbankan makna Perayaan Natal bagi umat Kristiani.

Hal senada ini juga disampaikan Ketua PMK Morotai, Julvrowian Merek, bahwa mestinya di tanggal 15 Desember itu tahapan Pemungutan Suara sudah berakhir bukan baru dimulai.

Menurutnya, seluruh proses tahapan Pilkades ini terkesan perencanaannya tidak matang dan terlalu berbelit-belit sehingga secara langsung menimbulkan resistensi sosial di tengah masyarakat.

“Untuk itu, kami Pimpinan Organisasi berharap kepada Lembaga DPRD agar pada Hari Senin tanggal 22 November 2021 dilaksanakan hearing bersama OKP dengan Panitia Penyelenggara Tingkat Kabupaten Pulau Morotai,”pintanya dengan nada tegas (Endi/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine
Google search engine

Covid-19 Counter

Indonesia
4,330,763
Total Kasus
Updated on 29 January, 2022 12:26 pm

Paling Populer

Headline News