Kamis, Juni 30, 2022
Google search engine
BerandaBeritaSeorang Warga Diduga Dipukuli Sejumlah Oknum Polisi Hingga Babak Belur, Kapolres Morotai...

Seorang Warga Diduga Dipukuli Sejumlah Oknum Polisi Hingga Babak Belur, Kapolres Morotai Bakal Tindak Tegas

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news–Sejumlah Oknum Aparat Polisi Polres Pulau Morotai di duga melakukan pemukulan terhadap salah seorang warga yang berprofesi sebagai ASN di Kabupaten Pulau Morotai hingga babak belur.

Pemukulan itu terjadi tepatnya di Polres Pulau Morotai, pada Rabu (25-12-2019) sekitar Pukul 03:00 WIT. Korban sendiri diketahui bernama Jamaludin (44) salah seorang ASN yang bekerja di Dinas Kesehatan Pulau Morotai.

Berdasarkan pantauan media ini, sekitar Pukul 14:00 Wit, korban sempat berada di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pulau Morotai kemudian korban dibawa ke RSUD Morotai untuk mendapat perawatan, dikarenakan luka sobek yang dideritanya dibagian kepala, muka serta lebam di bagian tubuh korban.

Adapun kronologi yang disampaikan Istri korban yang berprofesi sebagai Plt. Kepala Desa Yayasan Sri Wahyuni pihaknya menerangkan sekitar Pukul 01:00 Wit. Suaminya (korban) di telpon oleh sepupunya Dadi (40) yang bekerja bangunan di Gedung Oikumene, dikatakannya ada 4 orang laki-laki mendatangi tempatnya (mes) dan melakukan pengancaman menggunakan pisau.

“Sekitar jam setengah 1 atau jam 1 tadi subuh, suami saya di telepon oleh adik sepupunya yang kerja bangunan di oikumene katanya ada 4 orang laki-laki yang datang di dorang p mess dan ancam p dia pake pisau di leher” ujarnya melalui via whatshap

Baca Juga :  Dinilai Menyalahi Aturan. Ketua Forum Junalis Morotai Angkat Bicara

Lanjut dia, tak lama kemudian, korban bersama istrinya mendatangi tempat tersebut dan benar ada 4 orang berada di Pasar Modern dan 1 orang (FH) dari 4 seorang tersebut memukuli seorang pekerja bangunan di tempat itu, karena merasa kasihan korban berusaha menegur oknum yang memukuli itu.

“Makanya saya dan suami datang kesana lihat, ternyata waktu torang kasana yang 4 orang itu so ada di bangunan pasar modern dan waktu trng ke pasar modern, torang lihat ada satu laki-laki yang ada pukul orang kerja di situ, suami saya karena kasihan lihat ada orang yang dipukuli makanya suami saya tegur bilang jangan bagitu talama orang p anak mati ya”. Jelasnya

Ketika di tegur, FH tidak menerima dan di situlah terjadi kekacauan dan istri korban langsung menelpon pihak kepolisian, mendengar Polisi akan datang, 3 orang tersebut melarikan diri kemudian FH di tahan dan di ikat menggunakan Tali Rafia oleh korban agar tidak melarikan diri, namun ternyata FH yang di tahan itu adalah seorang polisi berpakaian preman dan dalam keadaan mabuk.

“laki-laki yang pukul itu tidak terima bae jadi dia marontak kamari di suami, dia bilang kong ngana mau apa ?? Di situlah mulai kaco jadi saya langsung telepon polisi untuk datang, dengar polisi mau datang, ada 3 orang yang melarikan diri jadi trng langsung tahan laki-laki itu dan karena takut dia lari dan marontak makanya suami saya mengikat tangannya dengan tali rafia sambil menunggu polisi datang, ternyata laki-laki tersebut adalah polisi, berbaju preman dan dalam keadaan mabuk”pungkasnya

Baca Juga :  Gandeng Aparat Penegak Hukum, Lapas Klas IIA Pamekasan Razia Gabungan

Ketika pihak kepolisian datang dan mengamankan pihak yang terlibat kemudian di bawa ke Polres, setibanya di Polres tepatnya di Ruang SPKT sejumlah oknum polisi berpakaian preman memukuli korban hingga berlumuran darah, pihaknya hanya bisa melihat dan menangis, kemudian sekitar pukul 02:30 Wit, korban di masukan ke tahanan.

“Polisi datang dan amankan semua yang terlibat dan di bawa ke polres, sampai di polres, tepatnya di ruangan SKPT para polisi dengan berpakaian preman memukuli suami saya sampai keluar darah, saya hanya bisa melihat, berteriak dan menangis menyaksikannya, trus sekitar jam setengah 3, suami saya di bawa di tahanan”. ungkap istri korban

Istri korban mengakui bahwa pihaknya sempat mendatangi Polres Pulau Morotai untuk melihat keadaan suaminya namun tidak di perbolehkan membesuk korban yang berada di ruangan Sel, kondisi itu membuat istri korban bersama saudaranya Yusuf melaporkan kepada Bupati Pulau Morotai Benny Laos.

Baca Juga :  3 Kabupaten di Jawa Tengah Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Sekitar pukul 13.30.WIT. Bupati Benny Laos bersama Forkompimda mendatangi Polres Morotai untuk memastikan kondisi korban.

Melihat kondisi korban, Bupati meminta agar dilakukan visum terhadap korban dan meminta Kapolres untuk proses hukum terhadap sejumlah oknum yang melakukan pemukulan terhadap korban.

Kapolres Pulau Morotai AKBP. Andri Hariyanto S.I.K ketika dikonfirmasi awak media tepat pada ruang kerjanya, pihaknya membenarkan peristiwa itu. “Ketika hasil penyelidikan dan penyidikan dan anggota Polisi itu terbukti melakukan penganiayayan maka bisa diancam hukuman sampai pemecatan”.ujarnya

Namun jika hanya hukuman disiplin maka ada penundaan pangkat dan juga masuk sel 7 hari hingga 21 hari, kemudian tunda gaji berkala atau mutasi, tergantung penyelidikan sesuai dengan prosesnya.

Selain itu pihaknya mengatakan bahwa, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan baik masyarakat maupun anggota polisi, terkait dengan oknum polisi itu tetap akan ditindak tegas.

“Berani berbuat harus berani juga bertanggungjawab”. pungkasnya

Perlu diketahui, bahwa pihaknya pernah melakukan pemecatan terhadap 3 anggotanya di Halteng, kenapa di lakukan karena menurutnya hal itu dapat menghancurkan institusi.

Saat ini pihaknya telah memerintahkan Kasatreskim untuk menahan oknum polisi tersebut untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut di Propam.  (Endi/red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 1:25 am

Paling Populer

Headline News