Sekolah Tani Mandiri Dorong Petani Milenial Menuju Pertanian Berkelanjutan

oleh

Magelang Jawa Tengah, wartaterkini.news–Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) untuk terus mengembangkan Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah. Hal itu didasari oleh fakta bahwa sampai saat ini kesejahteraan petani tembakau selalu ada dalam pihak yang dirugikan.

Kali ini melalui webinar Sekolah Tani Mandiri Ke-3, MTCC Unimma memfokuskan pada pengembangan potensi SDM pertanian, khususnya generasi milenial. Yaitu dengan mengangkat role model petani-petani muda yang sukses, sehingga menginspirasi generasi muda untuk ikut terjun ke dunia pertanian.

Demikian disampaikan Ketua MTCC Unimma Dra. Retno Rusdjijati, M.Kes menjelang webinar. Dia menjelaskan pengembangan potensi SDM petani muda perlu dipacu demi terwujudnya pertanian yang berkelanjutan (sustainable farming).

Dipaparkan Retno, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020 adalah sebanyak 270,20 juta jiwa, dan jika dianalisis dari piramida penduduknya, Indonesia berkesempatan untuk menikmati bonus demografi. Persentase penduduk usia produktif (15-64 tahun) sebesar 70,72 persen (SP 2020). Jika dilihat dari komposisi penduduk, penduduk Indonesia yang masuk Generasi Milenial (perkiraan usia 24-39 tahun) sebanyak 69,38 juta jiwa (25,87 persen).

Baca Juga :  Antrian BBM Solar Langka Mengular Hingga Ke Badan Jalan, Ini Tanggapan Pengawas SPBU

“Besarnya jumlah generasi milenial tersebut, disertai tumbuhnya minat generasi muda untuk menjadi petani serta kesempatan bonus demografi. Di mana diperkirakan 64 persen komposisi usia produktif. Ini diharapkan bisa mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045 nanti,” tandas Retno, Jumat (24/09/2021).

Ditambah lagi, lanjutnya, penduduk dengan mata pencaharian utamanya pertanian, kehutanan, dan perikanan sebanyak 38,23 juta orang atau 29,7 % (data Sakernas Agustus 2020). Seyogyanya potensi kaum milenial menjadi kekuatan utama Indonesia untuk dapat meningkatkan pendapatan dan kedaulatan pangan. Menurutnya, jangan sampai bonus demografi ini tersia-siakan. Generasi muda dapat memberi andil luar biasa jika dilibatkan dalam usaha di sektor pertanian.

Baca Juga :  Wagub Sumsel Terima Audiensi Direktur PT. Berkat Inti Properti

“Oleh karenanya, perlu dilakukan langkah-langkah untuk menumbuhkan minat, pengetahuan, dan kepedulian generasi muda terhadap dunia pertanian. Sehingga regenerasi dan keberlanjutan usaha pertanian dapat terjaga,” lanjut Retno.

Melalui webinar Sekolah Tani Mandiri ke-3 ini, generasi milenial yang diidentikkan kedekatannya dengan teknologi informasi dan platform digital diharapkan menjadi salah satu modal dasar dalam meningkatkan potensinya. Webinar kali ini menghadirkan narasumber Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Christanti Handayani, dan beberapa tokoh millenial pertanian. Seperti Sofyan Adi Cahyono, Rayndra Syahdan Mahmudin dan Nur Rokhmat Sholeh.

Baca Juga :  Parosil : Pesta Demokrasi Untuk Persatuan Bangsa

Retno berharap, para tokoh milenial pertanian ini diharapkan bisa menjadi role model bagi generasi milenial. Ditegaskan pula, MTCC Unimma akan terus berupaya memacu inovasi dan kreativitas milenial, khususnya anak-anak petani tembakau maupun mereka yang sudah beralih tanam.

“Diharapkan kegiatan sekolah tani ini memunculkan lebih banyak lagi millenial pertanian, menuju pertanian yang berdaulat serta berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” tegas Retno Rusdjijati. (Narwan/Red)

Print Friendly, PDF & Email