Rekrutmen Karyawan BLUD RSUD Mayjend Ryacudu Masih Menunggu Regulasi

Lampung Utara, Wartaterkini.News–
Masalah yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM. Mayjend. Ryacudu Kotabumi tampaknya bermuara pada belum adanya regulasi yang secara spesifik mengatur tentang jalannya sistem sebuah badan yang berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Selain kontroversialnya tentang jalannya sistem remunerasi dan jasa layanan kesehatan. Kini RSUD Mayjend. Ryacudu harus dihadapi dengan permasalahan mekanisme pengrekrutan karyawan BLUD.

Bagaimana tidak jumlah karyawan yang melebihi kapasitas (overload) sebagai RSUD tipe C harus disesuaikan dengan berubahnya status rumah sakit menjadi BLUD yang mempunyai konsekuensi harus merampingkan jumlah karyawan.

Baca Juga :  Berkunjung ke Jateng, Dubes Ukraina Hadiahi Ganjar Buku Aksara Jawa "Pustaka Raja Purwa”

Menanggapi persoalan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Mayjend. Ryacudu Kotabumi, dr. Syah Indra Husada menyampaikan bahwa pihaknya harus benar-benar memiliki strategi dan formulasi yang matang untuk memulai tahapan pengrekrutan karyawan BLUD. Karena menurutnya, jika proses ini dijalankan saklek sesuai ketentuan maka akan berdampak domino sosial bagi karyawan RSUD Mayjend Ryacudu akibat banyaknya karyawan yang harus kehilangan pekerjaan.

“Kita harus benar-benar matang dalam memetakan kebutuhan karyawan. Jadi tidak serta merta kita lakukan pengrekrutan tanpa memikirkan dampaknya. Ini butuh kajian dan konsultasi dengan pemerintah daerah terlebih dahulu,” ujar Indra di ruang kerjanya. Rabu (23/1/19).

Baca Juga :  Fasilitas Toilet Sekolah Senilai 196,8 Juta Dari Pemkab Bekasi, Rusak Sebelum Digunakan

Dia pun menilai, perubahan status menjadi BLUD beserta konsekuensinya memang harus dihadapi. Akan tetapi perlu ruang untuk mengkomunikasikannya dengan seluruh jajaran dan karyawan yang ada di RSUD Mayjend. Ryacudu Kotabumi.

“Nah masalah konsekuensinya itu yang perlu dipahami oleh semua pihak terutama karyawan dan ini butuh ruang dan waktu untuk menyampaikannya kepada karyawan bahwa diantara mereka akan ada yang dirumahkan. Alhamdulillah stakeholder (Pemkab dan DPRD) sudah mendukung semua,” kata Indra

Baca Juga :  RSUD HM Mayjend Ryacudu Kotabumi Komitmen Tingkatkan Pelayanan

Masih menurut dia, pihaknya saat ini sedang menggodok regulasi tentang rekrutmen karyawan BLUD kemudian akan disampaikan dan dikonsultasikan kepada pemerintah dearah dengan berbagai pertimbangan yang ada.

“Kita sedang menggodok aturan main tentang itu. Kita juga akan menyampaikan opsi-opsi kepada pemerintah daerah. Ya kita targetkan sebelum semester pertama 2019 ini masalah rekrutmen BLUD sudah clear. Pokoknya secepat mungkin karena ini akan menjadi boom waktu,” ungkapnya. (Rizal.As/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini