Refleksi Hari Tani, GmnI Morotai Titip PR buat Kejaksaan Morotai, Segera Audit Anggaran Jalan Tani

oleh

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news – Merefleksikan Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September 2021, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Pulau Morotai menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Kepulauan Morotai, jumat (24/09/2021).

Pada aksi refleksi tersebut nampak GmnI Morotai menitipkan sebuah Pekerjaan Rumah (PR) kepada Kejaksaan Morotai untuk segera mengaudit proyek jalan tani di 88 desa Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Ketua Cabang GmnI Morotai, Crisnadi Wairo dalam orasinya meninta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Morotai keluar dan merespon aksi demonstrasi yang digelar oleh GmnI Morotai.

“Kami meminta kepada Kajari Morotai untuk menghargai kami dalam menyampaikan pendapat di depan umum, kami meminta kepada pihak kejaksaan untuk keluar dan memberikan keterangan kepada kami, setidaknya merespon apa yang kami sampaikan, bukan diam dan seakan-akan tidak tahu,”teriak Crisnadi di depan Kantor Kejaksaan Morotai

Baca Juga :  Beli Kreatif Danau Toba, Berikut Peran Aktif Pemerintah Untuk Gernas BBI

Menurutnya, menyangkut dengan kasus anggaran jalan tani di 88 desa Kabupaten Pulau Morotai sejak tahun 2017 sampai saat ini tidak mendapat titik temu.

Bahkan Ia melihat bahwa Kejaksaan Morotai terkesan tutup mata terhadap persoalan ini, untuk itu pihaknya meminta setidaknya ada asas keadilan dari Kejaksaan Morotai untuk menyampaikan sedikit kata menyangkut asas keadilan tersebut.

“Jika pihak kejaksaan tidak merespon apa yang kami sampaikan maka dapat kami sampaikan Kejaksaan Morotai mengiyakan dan lembaga ini tidak mempunyai asas keadilan,”bebernya

Selain itu, Bung Cris sapaannya, menjelaskan penggunaan anggaran jalan tani berdasarkan hasil advokasi GmnI Morotai yaitu pembangunan jalan tani tahap pertama dan tahap kedua, tidak ada ketuntasan dalam pembangunan tersebut, kemudian penggunaan anggaran pembuatan jalan tani juga tidak ada transparasi kepada masyarakat maka pihaknya menduga adanya kesalahan penggunaan Anggaran Jalan Tani tersebut.

Baca Juga :  Kasihan, Kebun Warga Desa Sakita Morotai Digusur Tanpa Izin. Ini Tanggapan Camat Morut

Terkait anggaran jalan tani itu, pihaknya menegaskan agar Kejaksaan Morotai segera mungkin melaksanakan tinjauan lokasi dan mengaudit penggunaan anggaran yang sudah berjalan sejak tahun 2017.

“Ini menjadi PR buat Kejaksaan Morotai untuk melihat persoal di Kabupaten Pulau Morotai,”tandas pria berkulit hitam manis itu.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris GmnI Morotai, Anwar Ngawaro, pihaknya meminta Kejaksaan Morotai mengaudit anggaran jalan tani di 88 desa.

Baca Juga :  Hendak Memasang Antena TV, Dua Warga di Pamekasan dilarikan ke Puskesmas

“Jalan tani tidak jelas, karena anggaran tidak tertera jelas dalam papan proyek, maka kami meminta Kejari Morotai mengaudit anggaran Jalan Tani di 88 Desa tersebut,”singkatnya

Aksi di depan Kantor DPRD Morotai

Amatan wartaterkini.news, jumat (24/09) sekira pukul 10.00 WIT, setelah beberapa menit penyampaian aspirasi oleh GmnI Morotai di depan Kantor Kejari Morotai, aksi demonstrasi kemudian berlanjut di depan Kantor DPRD Morotai.

Aksi yang dipimpinan oleh Kordinator Lapangan Alfret Tenang itu, membawa tuntutan: Mendesak kepada Pemerintah agar segera menuntaskan jalan tani di 88 desa, Mendesak kepada Pemerintah agar mencari solusi terkait hasil pertanian masyarakat dan Mendesak kepada DPRD agar secepatnya mengevaluasi kembali terkait dengan anggaran Jalan Tani di 88 desa. (Endi/Red)

Print Friendly, PDF & Email