Puskesmas Jejawi Kabupaten OKI Diduga Buang Limbah Medis Sembarangan dan Tak Sesuai Aturan

OKI Sumsel, wartaterkini.news–Dalam rangka  menjalankan  tugas selaku kontrol sosial terhadap pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, BUMD serta pihak swasta lainya DPW LSM GARDA NASIONAL (GANAS) SUMSEL melakukan  konfirmasi. Jum’at (09/09/2022).

Adapun prihal yang dikonfirmasi yakni dugaan tindak pidana pelanggaran UU tentang pembuangan sampah medis tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di puskemas Jejawi Kabupaten OKI.

Ketua DPW LSM Garuda Nasional Sumsel, Irwan Saputra mengatakan akan menindak lanjuti dugaan pembuangan sampah medis yang tak sesuai dengan aturan yang berlaku di puskemas Jejawi Kabupaten OKI.

Baca Juga :  Dinkes OKI Bagikan Masker Untuk Siswa SD dan Ibu-ibu Pengajian

“Dalam hal ini tentunya kami akan menindak lanjuti atas surat laporan konfirmasi yang kami layangkan kepada puskesmas Jejawi pada taggal 02/09 yang lalu, dengan nomer seri  No : 003/ DPW /LSM GANAS/SUMSEL/VIII/2022. Sudah beberapa hari kami tunggu kabar surat klarifikasi hak jawab dari Puskesmas Jejawi, waktu untuk menjawab surat tersebut sudah melebihi batas yang kita tentukan, berarti kami sudah resmi konfirmasi, kasus dugaan ini akan kita laporkan ke pihak yang berwenang sesuai ketentuan dengan pasal yang berlaku”, ungkapnya

Baca Juga :  Hindari Dampak Kabut Asap, Dinkes OKI Bagikan Masker Gratis

Irwan menambahkan bedasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku, limbah medis dikelola oleh pihak RSUD dalam hal ini adalah RSUD kayu agung kabupaten OKI. Kemudian untuk menjakau semua steokhouider yang bergerak di bidang pengobatan pihak RSUD kayu agung melakukan MOU dengan puskesmas di kecamatan masing masing.

“Kami mempunyai vidio rekaman dan photo terlampir, apa yang dilakukan oleh pihak puskesmas Jejawi berpotensi melanggar UU RI no 32 THN 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pasal 60 yang berbunyi setiap orang dilarang melakukan dumping limbah Tampa izin.

Baca Juga :  KPU Raja Ampat Pastikan Seleksi PPD Akan Independen

Selain itu juga Pasal 40 ayat (1) UU pengelolaan sampah, jika puskesmas tidak melakukan kegiatan pengelolaan sampah sesuai norma standar prosedur atau kriteria yang mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat, gangguan keamanan, pencemaran lingkungan  dan/atau perusakan lingkungan maka dapat dipidana penjara paling singkat 4thn dan paling lama 10thn dan denda antara Rp 100 juta rupiah hingga Rp 5 miliar.

Hingga berita ini diterbitkan pihak pimpinan puskesmas jejawi belum berhasil ditemui. (Fitri/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini