Pukul Kentongan, Jokowi Resmi Buka Rakornas BNPB

Surabaya,Wartaterkini.News– Gubernur Sumatera Selatan yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H. Iriansyah, S.Sos., SKM., M.Kes bersama Panglima Kodam II /Sriwijaya Mayjend TNI Irwan S.IP., M.Hum  menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Nasional di Jatim Expo, Surabaya Jawa Timur. Sabtu (02/02/2019), rapat dimulai sejak 1 -4 Februari 2019.

Kemarin Sabtu (02/02/2019) dengan dipukulnya kentongan oleh Presiden Jokowi dan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo secara resmi Rakornas BNPB 2019 resmi dibuka dengan tema : Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita.

cara ini dihadiri oleh ribuan peserta dan tamu undangan mulai dari Gubernur, Bupati, Walikota, Bappeda, Ketua Komisi VIII DPR RI, Kepala BPBD se-Indonesia, hingga para Kapolda.

Baca Juga :  Serahkan Hewan Qurban Ke 3 Negeri Latu, Hualoy Tumalehu, Bupati SBB Pesan Cinta Damai

Doni Monardo mengatakan ‎BNPB memang setiap tahunnya rutin menggelar rakornas untuk sinkronisasi program, penyamaan persepsi dan gerak langkah penanganan bencana antara pusat dan daerah.

“Tujuan Rakornas ini untuk menyamakan visi, misi dan gerak langkah dalam menghadapi bencana. Melihat tren kejadian, frekuensi tren bencana cenderung meningkat. Dilihat dari jumlah korban jiwa meninggal, kejadian bencana tahun lalu menjadi momentum untuk penguatan penanggulangan bencana dan keterlibatan aktif dan masif dari semua pihak,” ujar Doni dalam sambutannya.

Doni menjelaskan sepanjang tahun 2018 tercatat terjadi 2.572 kejadian bencana. Bulan Januari dan Februari adalah puncak bencana banjir, longsor dan puting beliung.

Baca Juga :  Dandim 0705/Magelang Lakukan Kunjungan Kerja ke Koramil 03/Bandongan

Selama bulan Januari 2019, telah terjadi kejadian bencana 366 yang menyebabkan 94 orang meninggal dan hilang, 149 orang luka-luka, 88.613 orang mengungsi dan terdampak. Termasuk 4.013 unit rumah rusak meliputi 785 rusak berat, 570 rusak sedang, 2.658 rusak ringan, dan 146 fasilitas umum rusak

“Lebih dari 98 persen bencana yang terjadi merupakan bencana hidrometeorologi selama Januari 2019. Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Sulawesi Selatan merupakan bencana yang banyak menimbulkan korban meninggal dan hilang,” ungkap Doni.

Dalam periode yang sama, yaitu 1 Januari hingga 31 Januari, jumlah kejadian bencana tahun 2019 lebih banyak daripada tahun 2018. Perbandingan bencana antara tahun 2018 dan tahun 2019 menunjukkan bahwa jumlah kejadian bencana naik 57,1 persen, korban meninggal dunia dan hilang naik 308,7 persen, korban luka-luka naik 186,5 persen, korban mengungsi dan terdampak turun turun 49,8 persen, dan jumlah rumah rusak turun 59,7 persen.

Baca Juga :  Pengurus DPD Satma AMPI Palas Periode 2022-2025 Dilantik

Terkait peringatan dini, Doni menambahkan melalui rapat ini diharapkan ada pendalaman sistem informasi tentang ancaman berbagai jenis bencana oleh para pakar, ahli dan peneliti.

“Tim dari berbagai pakar, ahli dan peneliti ini merupakan tim intelijen kebencanaan, yang nantinya akan diketuai oleh Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan  BNPB.” paparnya.(Cly/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini