Prosesi Nikah Massal di Pendopo RA. Kartini Jepara Berlangsung Meriah

Jepara, Jateng, wartaterkini.news – Angin siang itu pelan mereda, suara derap tapal kuda terdengar bersahutan. Satu per satu andong terhias kambang manggar dan aksesoris lain, memasuki gapura Pendopo Kartini Jepara. Setibanya di halaman, para kusir dihentikan laju tungganggannya.

Ada sebanyak 78 kereta kuda yang diparkirkan secara berderet rapi di halaman pendopo. Memanjang hingga ke luar gapura ke arah utara, Senin (21/3/2022). Para kusir itu bersiap menunggu aba-aba dari Bupati Jepara Dian Kristiandi, untuk mengantarkan para pasangan pengantin berkeliling kota.

Arak-arakan tersebut merupakan rangkaian kegiatan nikah massal gratis, bertajuk “Bupati Jepara Mantu Warga Masyarakat Jepara”. Program itu baru pertama kali dilaksanakan di Kota Ukir. Terselenggara atas inisiasi bupati, bersama tokoh muda Nahdlatul Ulama KH Ahmad Muwafiq atau akrab disapa Gus Muwafiq.

Dikatakan Dian Kristiandi, nikah massal ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat. Agar memiliki status hukum yang sah secara agama maupun negara. Di samping itu, juga melindungi kaum perempuan dan anak agar memiliki kedudukan dan hukum yang kuat. “Barang kali jika besok ketika berbagi waris dan sebagainya itu tercatat. Tapi kalau tanpa ada catatan sipil, nanti akan membagi membagi warisnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Parosil Melebur Bersama Ribuan Masyarakat Dalam Pengajian Akbar Bersama Mama Dede

Meski program ini baru pertama kali, masyarakat pun sangat antusias menjadi peserta. Terbukti dengan banyaknya pasangan suami istri (pasutri) ingin dinikahkan kala itu. Jumlahnya ada 71 pasang, terdiri dari 60 pengantin muslim, dan 11 nonmuslim, yakni Katolik, Kristen, Hindu dan Buddha. Seluruhnya pasutri mendapat legalitas hukum pernikahan, ada pula mahar seperangkat alat salat, uang tunai, tata rias dan busana pernikahan. Para mempelai pun akan mendapatkan KTP dan KK yang statusnya sudah menikah.

Rangkaian Bupati Jepara Mantu diawali dengan prosesi akad nikah. Tempatnya terbagi di tujuh lokasi seputaran kantor bupati, pendopo, dan di Masjid Agung Baitul Makmur. Dian Kristiandi yang mengenakan pakaian adat Jepara bernuansa merah, menyempatkan diri menyaksikan momen sakral tersebut, dan berbincang dengan peserta di depan, seluruh pengantin sebelumnya sudah pernah menikah. Namun, belum tercatat secara hukum negara. “Mereka menikah dengan cara agamanya masing-masing,” tuturnya.

Baca Juga :  HD Berupaya Agar Harga Jual Karet di Tingkat Petani dan Pengepul Membaik

Setelah semua prosesi akad nikah selesai, para pengantin diarahkan menuju pendopo, untuk acara seremonial selanjutnya. Sambutan Bupati, dan Tauziah Gus Muwafiq.

Setibanya di Pendopo Kartini, rona bahagia pun langsung terpancar di wajah para pengantin sah baru ini. Baik yang berusia 19 tahun hingga tertua berusia 69 tahun. Sebab Pendopo Kartini telah ditata layaknya gedung pesta pernikahan. Ada gapura dan karpet tamu, juga dekorasi pelaminan. “Selamat kepada bapak dan ibu, semoga menjadi keluarga yang Samawa, Sakinah, Mawadah dan Warohmah untuk seterusnya,” tutur bupati.

Gus Muwafiq menilai, langkah Bupati Jepara dalam menggelar nikah massal sangat tepat. Sebab, tak sedikit pasangan yang menikah secara siri. Sehingga, mereka kesulitan mengurus administrasi kependudukan di hadapan pemerintah. Dengan nikah massal itu, mereka sudah bisa mengurus apapun kepada pemerintah.

“Secara agama, nikah itu tuntunan agama. Mereka sudah mengikuti tuntunan agama masing-masing. Tapi kan hidup dalam sebuah negara, ada urusan administrasi kependudukan, hak dan tanggung jawab di pencatatan sipil. Artinya hak-hak itu hilang,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga Gas Subsidi 3 Kg di Desa Mekar Jaya Bayah Lebak Banten Melambung Hinga Rp.35000

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa jarang ada orang yang tidak peduli dengan aturan pemerintah terkait pernikahan. Karenanya, pemerintah harus hadir dan menjelaskan aturan-aturan itu. Tak hanya menjelaskan, pemerintah juga semestinya memfasilitasi mereka yang ingin mematuhi aturan. “Jepara luar biasa mampu melaksanakan prosesi menikah secara massal dalam catatan kenegaraan sampai 71 pasang. Ini sebuah prestasi yang luar biasa. Jarang saya menemukan seperti ini dengan jumlah banyak. Rata-rata 17 atau 15. Ini 71 suatu yang sangat luar biasa, dan prestasi luar biasa dari Pak Dian Kristiandi,” terangnya.

Sambutan dan tausiah selesai. Para mempelai diarahkan menaiki andong atau kereta berkuda, yang telah disiapkan di halaman pendopo. Satu per satu pasangan pun tampak menaiki kereta kuda. Kibaran flag star oleh bupati, menandakan arak-arakan itu dimulai. Menyusuri rute Jalan Kartini, Jalan Pemuda. Lalu menuju Saripan melintasi Jalan KH Moeloki, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Ahmad Yani, dan kembali ke Pendopo Kartini untuk acara ramah ramah.

(Sumber: Diskominfo Jepara/Eko/Red.).

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini