Prosedur Rapid Test, Nyawa Bayi Dalam Kandungan Jadi Taruhan

oleh -461 views

Banyuwangi Jawa Timur, wartaterkini.news–Muhammad Abdullah warga Kampung Melayu, Banyuwangi mengaku baru saja kehilangan buah hatinya,hal itu ditengarai akibat lambannya penanganan Rumah Sakit Yasmin yang mewajibkan istrinya harus mengikuti rapid test. Selasa (8-12-2020).

Abdul merasa prosedur rapid test Covid-19 yang diutamakan rumah sakit itu diduga telah membuat bayi yang dikandung istrinya, Erna Kus Dewi Yana meninggal dalam kandungan karena terlambat mendapatkan pertolongan menjelang proses kelahiran.

Abdul mengungkapkan, seminggu sebelumnya ia tengah mengontrol kondisi kehamilan istrinya kepada seorang dokter di rumah sakit itu. Dokter tersebut menyarankan agar esok harinya sang istri sudah bisa dilakukan operasi cesar.

Baca Juga :  Demo, Driver Taxi Online Sebakan Lalu Lintas di Blok M Macet 

“Namun ketika besoknya saya datang ke Yasmin, di loket masih disuruh tes darah (rapid test istrinya),” kata Abdul, Minggu (6/12/2020) kemarin.

Dia mengatakan kalau keluarganya telah menunggu hasil rapid sekitar dua hari, dan hasilnya keluar bahwa sang istri dinyatakan reaktif.

Kemudian, lanjut dia, sang istri juga menjalankan pemeriksaan radiologi. Dari hasil yang ditunggu semalaman, menyatakan bahwa ada masalah pada jantungnya.

“Kemudian ke dokter jantung, kata dokternya disana alatnya kurang bagus jadi tidak kelihatan. Sehingga dirujuk ke RSUD Blambangan”,kata Abdul.

Masih Abdul, sesampainya di RSUD Blambangan Sabtu (5/12/2020) malam harinya, ternyata dokter spesialis di rumah sakit tersebut tidak berada di tempat.

Baca Juga :  Fajar Paper Kembali Salurkan CSR Ke Warga Terdampak Covid 19

“Kata suster yang berjaga dokternya tidak ada kalau malam. Susternya menyarankan agar melakukan USG (ultrasonography) ke RS Bunda,” imbuh Abdul.

Setelah itu, ia bersama istrinya langsung bergegas ke RS Bunda untuk melakukan USG kehamilan. “Habis rontgen di Bunda (Klinik) biaya Rp 500 ribu hasilnya keluar, kata dokternya janinnya sudah tidak ada (meninggal),” kata Abdul sedih.

“Kemudian langsung ke rumah sakit umum lagi, langsung ditangani tuh malam, selesai diperiksa, kemudian dibicarakan, besok Minggu (6/12/2020) jam 12.00 WIB langsung dioperasi,” sambungnya.

Baca Juga :  Dampak Covid-19, Kesedian Pangan di OKU Selatan Aman

Abdul dan istrinya masih dirundung duka yang mendalam. Mereka tak menyangka harus kehilangan buah hatinya.

Abdul menuding kendalanya itu pada prosedur rapid test harus diikuti oleh pihak RS Yasmin.

“Misal kata waktu Haris (dokter yang menangani) itu langsung dioperasi insya allah selamat. Soalnya dr.Haris sudah bilang ke aku ini kontrol terakhir tidak usah kesini lagi, besok langsung operasi,” tandasnya.

Sementara Manajer RS Yasmin Banyuwangi, Agus, saat dikonfirmasi terpisah, Senin (7/12/2020) siang di kantornya mengenai hal tersebut belum memberikan keterangan. “Masih kami cek dulu,” ucapnya singkat. (Zal/Red)

Print Friendly, PDF & Email