Kamis, Juni 30, 2022
Google search engine
BerandaBeritaPresiden: Transisi Energi Harus Didukung Investasi dan Kerja Sama

Presiden: Transisi Energi Harus Didukung Investasi dan Kerja Sama

Jakarta, wartaterkini.news–Transisi energi hijau harus didukung sepenuhnya oleh investasi yang berasal dari kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Hal itu akan mendukung pembiayaan transisi energi hijau.

“Pembiayaan harus terpenuhi, kerja sama transisi energi diperkuat, dan investasi di ekonomi hijau harus ditingkatkan,” ungkap Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika pertemuan para pemimpin negara-negara ASEAN dengan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris, seperti dikutip dari laman setkab.go.id pada Sabtu (14/5/2022).

Terkait pembiayaan, akan mendorong komitmen negara maju lainnya untuk memenuhi semua komitmennya dalam pencapaian Nationally Determined Contributions (NDC) secara global.

Baca Juga :  Konflik Natuna, Presiden: Tak Ada Kompromi Soal Kedaulatan Indonesia

Menurut Kepala Negara, pada periode 2000-2019, ASEAN hanya memperoleh USD56 miliar atau sekitar 10 persen dari total dukungan pembiayaan iklim negara maju.

“Saya harus terus terang bahwa komitmen negara maju untuk implementasi isu pembiayaan iklim sangat rendah. Kondisi ini menjadi penghambat pencapaian NDC secara global,” jelas Presiden.

Selain itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa ASEAN berkomitmen meningkatkan proporsi energi baru terbarukan dari 14 persen pada 2018 menjadi 23 persen pada 2025.

Baca Juga :  Target Vaksin Meleset, Jadwal Pilkades Morotai di 42 Desa Kembali Ditunda

“Upaya ini memerlukan investasi dan teknologi setidaknya USD367 miliar di sektor energi bersih. Di Indonesia, transisi energi 8 tahun ke depan membutuhkan USD30 miliar,” ucap Presiden Jokowi.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara juga menyampaikan potensi besar yang dimiliki Indonesia terkait transisi energi, yaitu potensi energi terbarukan sekitar 437 gigawatt baik dari energi surya, bayu maupun panas bumi yang saat ini, pemanfaatannya baru mencapai 0,3 persen dari total potensi.

“Indonesia juga miliki potensi besar sebagai hub pengembangan ekosistem kendaraan listrik di kawasan yang akan kita butuhkan lima tahun ke depan,” kata Presiden Jokowi.

Baca Juga :  Presiden Gaungkan Optimisme Sambut Tahun 2020

Sementara terkait investasi ekonomi hijau, Presiden Jokowi mengungkapkan besarnya potensi ekonomi dalam pengembangan ekonomi hijau. Oleh karena itu diperlukan mekanisme yang mempertemukan tidak saja sektor pemerintah namun juga dunia usaha.

“Investasi di sektor infrastruktur hijau bisa menjadi unsur penting kolaborasi ASEAN-AS yang membutuhkan setidaknya USD2 triliun dalam satu dekade mendatang,” pungkas Presiden. (Foto: BPMI Setpres/infopubli)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 1:25 am

Paling Populer

Headline News