Kamis, Juni 30, 2022
Google search engine
BerandaBeritaPolisi Bubarkan Aksi Unjuk Rasa Komunitas Bangsaha, Kapolres Morotai: Penanganan Sudah Sesuai...

Polisi Bubarkan Aksi Unjuk Rasa Komunitas Bangsaha, Kapolres Morotai: Penanganan Sudah Sesuai Prosedur

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news – Mahasiswa dan Siswa yang tergabung dalam Komunitas Bangsaha menggelar Aksi Unjuk Rasa (Unras) dengan slogan Mosi Tidak Percaya terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Morotai.

Unras Komunitas Bangsaha tersebut berlangsung di depan Kantor DPRD Pulau Morotai, Kecamatan Morotai Selatan, senin (16/08/2021) sekira Pukul 09.00 WIT.

Di bawa Kordinator Lapangan, Laode Surdin, nampak terdapat 5 tuntutan Unras Komunitas Bangsaha yang tertuang dalam selebaran sikap aksi, diantaranya:

  1. Perbaiki prosedur vaksinasi di Kab Pulau Morotai.
  2. Berikan akses dan jaminan ketersediaan obat-obatan dengan harga yang murah dan ketersediaan sarana kesehatan.
  3. Segera hapuskan Surat Vaksinasi sebagai syarat untuk menerima Bantuan Sosial Tunai (BST).
  4. Naikan harga Pembelian Pemerintah (HPP) pada hasil produksi pertanian serta bantuan alat untuk membongkar lahan pertanian di Desa Rahmat.
  5. Segera Bangun/Perbaiki talud penahan ombak di desa Mira dan Rahmat, Kecamatan Morotai Timur.
Baca Juga :  Sambut HUT Armada RI ke-76, Danlanal Morotai Kembali Pimpin Baksos Peduli Rumah Ibadah

Renol Forno salah satu massa aksi meminta kepada Pemda Morotai agar memperbaiki kebijakan vaksinasi Covid-19 dan menghapus Suray Vaksin sebagai syarat menerima BST.

“Kami meminta kepada Pemda agar memperbaiki kebijakan vaksinasi, hal ini terkait tindakan profesional Tim Satgas dalam melaksanakan vaksinasi supaya tidak memberi dampak yang cukup parah kepada masyarakat yang menerima vaksin dan Pemda harus menghapus Surat Vaksin sebagai syarat menerima BST,”ucap Renol dalam orasinya

Amatan wartaterkini.news, Unras Komunitas Bangsaha berlangsung kurang lebih setengah jam, kemudian dibubarkan oleh pihak Polres Pulau Morotai menggunakan Water Cannon dan menembak Gas Air Mata serta mengamankan dua siswa pelajar.

Pembubaran massa aksi

Dalam aksi tersebut, nampak juga dalam tema selebaran dan spanduk yang dibawakan oleh massa aksi bertuliskan “Mosi Tidak Percaya terhadap Pemda Morotai”

Baca Juga :  Lambat Tanggapi Pergantian Kadus ,Tanah Goyang Kembali Memanas

Diselah itu, Pimpinan Umum Komunitas Bangsaha, Fikram Djakaria mengutuk keras tindakan kepolisian yang dianggap sebagai tindakan represif.

“Selaku ketua umum, kami mengecam dan mengukut keras atas tindakan represif pihak kepolisian dengan membubarkan massa aksi dengan menembak Gas Air Mata dan Water Cannon,”tandasnya

Sementara Kapolres Pulau Morotai, AKBP. A’an Hardiansyah kepada awak media, senin_red mengatakan tindakan penanganan massa aksi semuanya sudah sesuai prosedur.

“Tadi Penanganan sudah sesuai prosedur semuanya, sebelum proses penanganan kita lakukan apel dulu, kemudian pengecekan semua anggota yang membawa Senjata Api laras pendek maupun laras panjang oleh Propam kemudian baru kita bergerak,”tuturnya

Menurut Kapolres, saat kami apel, pihaknya telah melihat asap yang mengepul akibat ban yang dibakar didepan Kantor DPRD Morotai namum pihaknya masih memberikan kesempatan, bahkan anggotanya tiba dilokasi masih diberikan kesempatan, setelah itu baru dilakukan tindakan persuasif.

Baca Juga :  Mengantisipasi Kenaikan Jumlah Kasus Covid-19 Kegiatan Sriwijaya Dempo 10 K Ditunda

“Sebelum kami melakukan tindakan, saya sudah bagikan kantong plastik kepada mereka untuk memgamankan handphone mereka,”bebernya didampigi Kasat Reskrim Polres Morotai.

Kapolres Morotai Amankan 2 orang massa aksi

Disamping itu, untuk dua massa aksi yang diamankan, kata Kapolres, salah satunya masih kelas 2 SMA. “Akan kami lakukan proses interogasi, dan kita lihat dulu karena ada anggota kami yang menjadi korban selain itu kami juga mengecek di Rumah Sakit dan Puskesmas tidak ada korban mahasiswa maupun siswa.”ucapnya

Proses selanjut, pihaknya bakal memanggil Kepala Sekolah atau Kepala Dinas, bagaimana peran seorang guru, mengajarkan dan mengedukasi.

“Kita tidak melarang orang melakukan aksi untuk mengungkap aspirasinya, silahkan namun harus tertip dan kita lihat saat ini masih dalam kondisi pandemi.”tandasnya (Endi/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 1:25 am

Paling Populer

Headline News