Rabu, Juni 29, 2022
Google search engine
BerandaBeritaPJ Bupati Kukuhkan Satgas Penyakit Mulut dan Kuku Hewan di Halaman Kantor...

PJ Bupati Kukuhkan Satgas Penyakit Mulut dan Kuku Hewan di Halaman Kantor Bupati Muna Barat

Muna Barat Sultra, wartaterkini.news Penjabat Bupati Muna Barat, Bahri resmi mengukuhkan 39 anggota Satuan Tugas (Satgas) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Pengukuhan ini dilaksanakan di halaman kantor bupati Muna Barat pada hari ini Senin (20/6/2022).

PJ Bupati Muna Barat Bahri mengatakan, pembentukan Satgas Penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak ini sangat penting. Sebab, pembentukan satgas ini tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 31 Tahun 2022 tentang penanganan wabah penyakit mulut dan kuku, serta kesiapan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah.

PJ Bupati Muna Barat mengatakan, yang pertama yang di lakukan di Sulawesi Tenggara, yang membentuk Satgas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak. Pembentukan satgas ini sesuai instruksi bapak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kepada seluruh kepala daerah di Indonesia,” tutur PJ Bupati Muna Barat Bahri, Senin (20 Juni 2022)

Baca Juga :  Pj Muna Barat Inginkan Pembangunan Masjid Raya

Setelah mengukuhkan Satgas Penyakit mulut dan kuku ini, Bahri berharap agar seluruh satgas segera bekerja sesuai dengan instruksi Mendagri. Selain itu, ia juga berharap agar seluruh satgas melakukan pengawasan secara optimal dari tingkat desa, kelurahan dan kecamatan.

“Saya juga meminta untuk membentuk posko-posko satgas penanganan wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak di setiap desa dengan melibatkan forkopimda. Jadi nanti, semua hewan yang keluar dari Muna Barat itu sehat dan bebas dari penyakit mulut dan kuku,”ungkap Bupati Mubar Bahri.

Baca Juga :  Jelang Munas Ke-IX, Pengurus LDII Sambangi Bupati OKU Selatan

Terkait penganggaran penyakit mulut dan kuku (PMK) ini, jika tahun 2022 belum menganggarkan maka bisa dianggarkan melalui anggaran belanja tidak terduga (BTT). Kata Bahri, BTT bisa digunakan dalam konteks darurat, mendesak, pengembalian pendapatan-pendapatan yang salah dari tahun sebelumnya dan bantuan sosial tidak terencana.

“Untuk itu, kita bisa menganggarkan penanganan penyakit mulut dan kuku ini di anggaran BTT,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian, Nestor Jono mengatakan 39 satgas ini terdiri dari dua orang dokter hewan dan 37 orang mantri kesehatan yang dilengkapi dengan sertifikat.

Baca Juga :  Akibat Banjir dan Tanah Longsor 2 Jembatan Beton Rusak Berat, 15 Jembatan Kayu Hanyut

“Jadi, 39 satgas penyakit mulut dan kuku (PMK) kita akan sebar di seluruh kecamatan yang ada di Muna Barat. Nanti, para satgas ini akan berkoordinasi dengan para camat, kepala desa, lurah dan forkopimda dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan PMK ini,” ucapnya.

Nestor Jono mengimbau kepada seluruh kepala desa, lurah dan camat untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa apabila ada hewan ternak terindikasi atau suspek terkait dengan PMK untuk bisa dikarantina. Sebab, PMK dapat menjangkiti sejumlah hewan ternak. (La Ode Amsir/Red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 1:25 am

Paling Populer

Headline News