Pimpin Puncak Upacara Hari Dharma Samudra ke 60, Danlanal Morotai Caritakan Sejarah Pertempuran Laut Indonesia

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news – Pangkalan TNI AL (Lanal) Morotai menggelar Upacara Peringatan Hari Dharma Samudra ke – 60 bertempat di perairan laut Daruba alias di atas Kal Wayabula III – 14 – 12. Sabtu (15/01/2022)

Peringatan Hari Dharma Samudra dilaksanakan setiap tanggal 15 Januari, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Morotai Letkol Laut (P) Amin Wibowo S.T., bertindak sebagai Inspektur Upacara Tabur Bunga, dan Peserta Upacara seluruh Prajurit Lanal Morotai serta turut hadir Ibu-Ibu Jalasenastri Cabang 3 Korcab XIV DJA III.

Danlanal Morotai saat membacakan amanat Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, menjelaskan bahwa dalam sejarah panjang perjuangan bangsa membentuk dan melahirkan semangat pratiotisme, semangat rasa cinta kepada bangsa dan negara melampaui kecintaan kepada dirinya sendiri.

Baca Juga :  Ilyas Panji Alam: Transformasi Pertanian Akan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

Perjuangan bangsa Indonesia dilaksanakan di semua palagan di darat, di udara dan juga di laut, dan memberi tauladan serta mengajarkan makna dari sifat kepahlawanan yang tidak pernah takut membela kebenaran, berani menderita untuk cita cita mulia, rela berkorban jiwa raga demi Bangsa dan Negara.

“Momentum Hari Dharma Samudra kiranya memacu untuk menghayati, meresapi dan meneladani Patriotisme, Heroisme serta Kepemimpinan yang di wariskan oleh para pejuang pejuang Samudra dalam pengabdian kepada bangsa dan Negara,”jelas Danlanal

Menurutnya, berangkat dari sejarah pertempuran laut, dimana setelah 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya untuk menegakkan dan mempertahankan, Bangsa Indonesia telah melakukan Perjuangan Bersenjata pada perang kemerdekaan dengan semboyan “Merdeka atau Mati” dengan semangat tak kenal menyerah.

Baca Juga :  DPW Sekber Wartawan Indonesia Resmi Terbentuk di Maluku Utara

“Beberapa peristiwa pertempuran laut penuh heroik dan patriotik antara lain, peristiwa pertempuran Laut selat Bali 4 April 1946 antara Perahu rombongan ekspedisi Bali Pimpinan Markadi dengan dua LCM Belanda, Pertempuran di Laut Cirebon pada tanggal 5 Januari 1947 antara Kapal Gajah Mada dengan Kapal Belanda HR. Kortenaer, Pertempuran Laut di dekat Pulau Panikian pada 17 Februari 1947 antara rombongan ekspedisi pimpinan Kapten Laut Hasan Ralla dan Letnan Satu A.A Rivai dengan pihak Belanda, di Perairan Pulau Sapudi pada 13 April 1947 rombongan ekspedisi Sulawesi pimpinan Kapten Laut Haryanto dengan pihak Belanda,”ujarnya

Suasana Upacara Hari Dharma Samudra

Tak hanya itu, pada 28 April 1958 Kapal RI Hang Tuah dengan sebuah pesawat terbang musuh yang di kemudikan penerbang asing Allan Pope di sekitar perairan Balik papan kapal dan delapan belas awak kapal tenggelam, namun mereka telah mengadakan perlawananan yang tidak kenal menyerah.

Baca Juga :  Masuk Semester II, Dispar Morotai Tak Capai 50 Persen Target PAD 2022, Ada Apa?

Selain itu, pada 15 Januari 1962 tiga kapal cepat Torpedo RI, Macan Tutul, Macan Kumbang dan Harimau yang melaksanakan operasi Infiltrasi perjuangan mengembalikan Irian Barat di perairan Laut Aru di kelilingi dua Pesawat musuh dan di hadang dua Kapal jenis Destroyer, yang mengakibatkan gugurnya Komodor Yos Sudarso, Kapten Memet Sastrawiria, Kapten Wiratno beserta dua puluh lima Awak Kapal yang berada di RI Macan Tutul dan tenggelam, melalui radio telepon, Komodor Yos Sudarso menyampaikan pesan tempurnya ” Kobarkan Semangat Pertempuran” ungkap Danlanal Morotai (Endi/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini