Petani Kopi Dan Lada OKU Selatan Harapkan Kenaikan Harga Jual.

­MUARADUA wartaterkini.news – Komuditas petani Lada dan Kopi di berbagai Kecamatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan mengeluhkan nilai jual hasil tani berupa lada dan kopi sangat anjlok tak setimpal dengan kebutuhan yang harus di keluarkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun, salah warga yang berada di Desa Tanjung Bulan Kecamatan Pulau Beringin selaku komuditas petani menjerit lantaran harga jual hasil tani mereka mengalami penurunan secara anjlok.

Saat ini harga jual kopi Rp.18.000/ Kg paling tinggi hinga Rp. 18.500, jika harga sebelumnya mencapai Rp. 20.000/Kg. Penurunan harga terus bergulir terakhir terjadi penurunan pada pertengahan bulan Juli yang lalu.

Baca Juga :  Cipkon Skala Besar, Polres Metro Bekasi Razia THM Di Cikarang Barat

Begitu juga dengan harga Lada hanya Rp. 25.000/Kg jika sebelumnya Rp.30. 000/Kg. Penerunan harga jual hasil bumi yang di rasakan masyarakat sekarang secara bersamaan terjadi sejak 2 bulan belakangan.

Iskandar (30) warga Desa Tanjung Bulan salah satu petani lada mengatakan, harga jual hasil tani kami berupa kopi, lada sekarang sudah tidak ada nilai jual lagi, lantaran harga sangat anjlok,” terangnya Kamis (4/10).

“Kami sekarang merasa terpaksa menjual lada dan kopi ini dengan harga murah lantaran kebutuhan semakin meningkat dan semakin mahal,” ucapnya.

Dikatakannya, kalau kami tidak menjualnya maka kami merasa bingung bagaimana mau memenuhi kebutuhan sehari-hari sementara kebutuhan pokok harus di penuhi, seperti, beras, minyak makan, dan sandang pangan lainnya sudah serba mahal,” ungkapnya.

Baca Juga :  19 UPTD Puskesmas di OKU Selatan Secara Serentak Gelar Bakti Sosial

Untuk itu kami selaku petani sangat berharap adanya kenaikan kembali harga jual kedua hasil panen kami, meski tidak naik tinggi dengan harga yang stabil setidaknya bisa menyesuaikan pengeluaran kami.

“Kami ingin harga kopi, lada ada kenaikan harga jual, walaupun tidak terlalu tinggi asal stabil juga gak apa-apa yang penting bisa seimbang dengan pengeluaran kami,” harapnya.

Sudir selaku Kepala Daerah perkebunan juga menambahkan, harga jual beli kopi, dan lada sekarang memang sudah mengalami penurunan secara drastis sehingga kami selaku petani mengeluhkan harga jual saat ini, karena tidak sesuai dengan pengeluaran,perawatan dan kebutuhan lainnya,” terangnya.

Baca Juga :  Optimalkan Kinerja Polri Di Wilayah, Irwasum Pimpin Wasrik Polri Tahap II Tahun 2020 Di Polda Banten

“Berharap harga jual dapat naik dan stabil kembali agar kami selaku petani dapat menikmati hasil tani kami, dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya.

Sementara itu Trimo selaku penampung mengatakan, harga memang benar mengalami penurunan karena memang dari pusatnya sudah turun secara pantastis dengan sangat besar nominal penurunan harga,” ungkapnya.

“Penurunan harga ini bukan dari ketentuan kami, namun memang sudah di turunkan dari pusatnya sehingga kami mengikuti harga dari pusat yang memang sudah murah,” pungkasnya.(Wt01)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini