Petani Jahe Magelang Dilatih Cara Pengolahan dan Pemasaran

oleh

Magelang Jawa Tengah, wartaterkini.news–Hasil pertanian Kabupaten Magelang, Jawa Tengah cukup bagus, namun perlu adanya peningkatan cara pengolahan dan pemasarannya. Sehingga perlu adanya pelatihan bagi petani jahe dalam kedua hal itu agar meningkat kesejahteraan mereka.

Melihat hal tersebut Komisi IV DPR RI mendorong petani untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi agar hasil pertaniannya maksimal. Para petani juga harus berorientasi kepada agribisnis, tidak sekedar pendapatan saja namun memperoleh dari usaha pertanian.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Pelatihan Bagi Petani, Pengolahan dan Pemasaran yang digelar di Balai Desa Balesari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/09/2021). Kegiatan diselenggarakan oleh Anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina, S.E., M.B.A. bekerjasama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, dan bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang.

Baca Juga :  Total Hasil Vaksinasi Polres Magelang 43.805 Orang

Dalam sambutan pembukaannya, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Ir. Romza Ernawan, M.Si menyampaikan petani harus mengikuti kemajuan teknologi dalam meningkatkan hasil pertaniannya. Harus banyak belajar dan menyerap ilmu terkait dengan pengolahan dan pemasaran, salah satunya melalui bimbingan teknis dan berbagai pelatihan.

“Melalui pelatihan ini, manfaatkan untuk belajar bersama. Mengadopsi ilmu dan selanjutnya diaplikasikan di lapangan dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan petani,” ajak Romza.

Baca Juga :  Rayakan Satu Tahun Pimpin Lambar Bupati Parosil Berbagi Bersama Anak Yatim Piatu

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IV DPR RI Vita Ervina menuturkan kegiatan pelatihan pada hari ini adalah untuk peningkatan kapasitas petani di bidang hortikultura yaitu Cara Pengolahan dan Pemasaran Jahe.

“Kami bersinergi, berkomitmen dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani,” tuturnya.

Maka untuk mendukung sektor pertanian, lanjut Vita, Pemerintah menghadirkan kegiatan pelatihan maupun Bimtek sebagai salah satu strategi program aksi yang diberikan kepada masyarakat di dalam upaya “Membangun Indonesia Tangguh Melalui Pembangunan Pertanian”.

“Kata kuncinya saat ini adalah petani, manusianya. Bagaimana pertanian kita akan maju, jika hanya teknologinya saja yang dikembangkan, namun petaninya ditinggalkan,” tegas Vita.

Baca Juga :  Partisipasi Para Ibu Tangguh di Kegiatan Pra TMMD

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 60 petani jahe dari beberapa wilayah di Kabupaten Magelang. Adapun narasumber dari BBPP Lembang, Dinas Pertanian Kabupaten Magelang dan dari Tim graVITAsi. (Narwan/Red)

Print Friendly, PDF & Email