Kamis, Juni 30, 2022
Google search engine
BerandaBeritaPerwakilan BI Malut Gelar Sosialisasi Kewajiban Penggunaan Uang Rupiah di Morotai

Perwakilan BI Malut Gelar Sosialisasi Kewajiban Penggunaan Uang Rupiah di Morotai

Morotai Maluku Utara, wartaterkini.news–Bertempat di Aula Kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai Perwakilan Bank Indonesia (BI) Maluku Utara (Malut) melakukan sosialisasi (High Level Meeting) dengan tema “Kewajiban Penggunaan Uang Rupiah” di Kabupaten Pulau Morotai. Sabtu (26-10-2019)

Hadir dalam High Level Meeting (HLM) diantaranya Pimpinan dan Jajaran Perwakilan BI Malut, Bupati Pulau Morotai yang diwakili Asisten III Kantor Bupati Suryani Antarani, Unsur Forkompimda Kab.Pulau Morotai, Pimpinan Bank Pemerintah dan Swasta Pulau Morotai serta para Pelaku Usaha.

Disamping HLM, Perwakilan BI Malut juga menggelar Gerakan Peduli Koin (GPK) untuk menindaklanjuti hasil audiensi Perwakilan BI Malut bersama Bupati Pulau Morotai, pada 18 September 2019 lalu yakni, Sosialisasi Undang-undang Mata Uang No 7 Tahun 2011 mengingat pentingnya Morotai adalah daerah perbatasan yang memiliki kerentangan penggunaan uang asing.

Baca Juga :  Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi HUT Kemerdekaan RI Ke-74 di Pulau Morotai

Secara historis Morotai sangat dekat dengan Republik Palau, negara kecil di Pasifik dan salah satu negara Oseania yang bertransaksi menggunakan Dolar Amerika sedangkan halaman belakang (Backyard) Morotai yaitu Filipina sendiri menggunakan Peso Filipina.

Pada kesempatan itu, Bupati Pulau Morotai yang diwakili Asisten III bidang Pengembangan Ekonomi dan Kesejahteraan, Suryani Antarani dalam sambutannya mengatakan penggunakan rupiah di wilayah NKRI adalah usaha menegakkan kedaulatan.

Baca Juga :  Pemkab Asahan Gelar Jalan Santai Dalam Rangka Memperingati HUT ke-74 Kabupaten Asahan

“Karena sejarah Pulau Morotai pernah diduduki Jepang dan Amerika sehingga pengaruh kolonialisme sangat kental bahkan Pulau Morotai mempunyai monumen Teruo Nakamura dan juga mempunyai beberapa tempat yang merepresentasikan nama-nama asing yakni, Navy Base atau pangkalan Angkatan Laut Amerika, Lemonade, maskapai pengolahan lemon asal negara barat, Pulau Zum-zum.memiliki patung Jenderal Douglas McArthur, Panglima Angkatan Perang AS di Wilayah Pasifik”.Jelasnya

Untuk itu, melalui HLM ini Pemda Morotai bersinergi menggunakan mata uang rupiah baik mata uang kertas maupun uang koin dengan berkontribusi menegakkan kedaulatan negara di bidang keuangan berdasarkan Undang-undang Mata No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang yang menyatakan siapapun yang bertransaksi di NKRI wajib menggunakan rupiah baik pecahan kertas maupun logam.

Baca Juga :  Gubernur Sumsel Sarankan Pertamina Gelar Sosialisasi Sebelum Pipa Gas Digunakan

Selain itu, pihaknya menegaskan dalam UU No.7 Tahun 2011 ini, ada konsekuensi hukum apabila pelaku usaha atau siapapun warga negara Indonesia yang tidak menerima uang koin.

Sementara Gerakan Peduli Koin (GPK) yang diadakan di Pulau Morotai ini juga adalah untuk mengedukasi bahwa uang koin adalah alat pembayaran yang sah.

“lewat HLM ini, masyarakat kita lebih menyadari betapa penting menggunakan rupiah di wilayah NKRI secara khusus Kabupaten Pulau Morotai”. Harapnya (Endi/red)

Print Friendly, PDF & Email
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Covid-19 Counter

Indonesia
6,080,451
Total Kasus
Updated on 27 June, 2022 1:25 am

Paling Populer

Headline News