Penyeludupan Narkoba Internasional Berhasil di Gagalkan Polisi, 19.884 Jiwa Terselamatkan dari Bahaya Narkoba

Bekasi Jawa Barat, Wartaterkini.news  – Satres Narkoba Polres Metro Bekasi berhasil menangkap 3 orang sindikat pengedar narkoba jenis ekstasi dan sabu yang dikirim dari luar negeri, yaitu Kongo,Belgia,Jerman kemudian  keindonesia dengan modus pengiriman paket, Penangkapan ketiga sindikat ini merupakan hasil pengembangan dari tanggal 28 Juli hingga 21 Agustus 2022.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengungkapkan, berkat koordinasi yang terus dilakukan antara pihak Bea Cukai Soekarno Hatta terhadap 3 resi paket pengiriman yang dari hasil pemantauan bahwa 2 paket pengiriman diduga berisi sabu dan tertahan di Bea Cukai negara Jerman, sedangkan 1 paket pengiriman berhasil lolos ke Indonesia.

Dari hasil koordinasi dengan petugas Bea Cukai Soekarno Hatta selanjutnya dilakukan Control Delivery terhadap alamat yang dikirim, namun dari pengecekan data penerima dan alamatnya fiktif.

Baca Juga :  Steering Committee Rapimnas SMSI Rapat Bersama Pusat Sandi dan Siber TNI Angkatan Darat

“Adanya petunjuk pengiriman ulang paket tersebut ke daerah Grand Wisata Bekasi yang di infokan, diduga dari penerima (pengendali) ke dua lokasi di Grand Wisata Bekasi,” Ungkapnya, Selasa (23/08/2022) siang.

“Masuk ke Indonesia lewat Grand Wisata yang sedianya akan diedarkan di daerah Jakarta dan dari tersangka dilakukan pengamanan sebanyak 4.911 butir ekstasi,” Terang Kapolres.

Kalau lihat gambarnya, ada sekitar 6 jenis, Kemudian beratnya sekitar 2.140,4 gram kalau disetarakan atau dikalkulasikan harganya sekitar Rp3 Miliar Rupiah.

“Jika dikumpulkan lagi kalau ini dipakai oleh orang perorangan itu setidaknya kita menyelamatkan 19.884 jiwa dari dampak penyalahgunaan narkotika,” Jelas Gidion.

Baca Juga :  Jelang Malam Tahun Baru, Polres Metro Bekasi Ungkap Peredaran 200 Kg Ganja

Sementara barang bukti sabu – sabu ini tersangkanya Muhammad Bano Satria Bin Abdul Salim (26) sebanyak 60 gram sabu.

“Mereka tidak bekerja sendiri seperti layaknya sindikat, mereka juga ada pengendalinya dan kita sudah bekerja sama dengan Lapas terkait yang memang pengendalinya berasal dari sana,” Tuturnya.

Ini adalah bagian dari penegakkan hukum yang integratif baik Bea Cukai kemudian kepolisian dan Lapas.

“Lalu, kenapa lewat Bekasi? Ya ini mobile namanya, mereka selalu mencari tempat yang memungkinkan untuk transaksi untuk menaruh barang narkoba ini, Kan alur barang, alur uang, alur orang itu pasti berbeda, Mereka mencari mobile untuk mencari tempat yang aman, apalagi sekarang dengan gerakan-gerakan dan komitmen untuk pasti ruang-ruang itu menjadi sempit, maka kerjasama antar stakeholder dari Bea Cukai, kepolisian kemudian Lapas itu sangat penting untuk mengurai sindikat itu di daerah Jakarta atau mungkin juga dari Bekasi,” Imbuh Kapolres.

Baca Juga :  Polda Jateng Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster

Ada 2 lapas di daerah Tangerang dan Bekasi, Tetapi kedua lapasnya kooperatif dan juga sangat-sangat membantu dalam konteks penyidikan, maka kita juga kerjasama.

Kedepannya dari Bea Cukai Soekarno Hatta dengan Pak Kapolres Pak Kasat Narkoba Polres Metro Bekasi itu mudah-mudahan kedepannya akan lebih banyak kegiatan untuk pemberantasan narkoba.

Atas perbuatannya para tersangka diancam Pasal 114 Sub 112 UU RI No. 36 Tahun 2006 tentang Narkotika dengan ancaman 6 hingga 20 tahun penjara. (Rizki Ramadhan/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini