Pengaruh Angka Pengangguran Terbuka Terhadap Kemiskinan Di Sulteng

Kota Palu Sulteng, wartaterkini.news – Masalah yang dihadapi oleh semua negara yang ada didunia ini adalah kemiskinan terutama negara berkembang. Faktor yang mempengaruhi kemiskinan adalah pengangguran, inflasi, pendapatan perkapital, kesehatan dan pendidikan. Indoneisa merupakan negara berkembang harus memiliki niat dan itikad yang kuat untuk belajar dari negara-negara maju. Indonesia harus mengejar ketertinggalan dari negara lain dalam berbagai hal dengan cara melakukan pembangunan yang berkelanjutan.

Pembangunan dilaksanakan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Berbagai strategi pembangunan ekonomi dilakukan oleh pemerintah untuk berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi yang berkeadilan yaitu dengan menurunkan jumlah penduduk miskin, namun dalam realitasnya masih terdapat diskrepansi antara harapan dan kenyataan di lapangan berupa kemiskinan.

Indonesia menduduki posisi ke tujuh yang mana tingkat kemiskinan berdasarkan pendapatn perkapital sebesar $3.87 ini menggambarkan bahwa, $3,87 dari total penduduk Indonesia memiliki pendapatan perkaptal kurang dari standar rasio tingkat kemiskinan yang telah ditetapkan oleh karena itu indonesia masih berada dibawah garis kemiskinan. Dari masalah kemiskian indonesia itu tidak luput dari masalah kemiskian dari tiap provisi yang ada di indonesia salah satunya provinsi sulawesi tengah. Tingkat kemiskinan Sulawesi tengah pada tahun 2020 ada pada posisi yang ke sembilan yang mana tingkat kemiskinannya sebesar 12,92 ini menunujakan bahawa sulawesi tengah harus membangun perekonomia daerah dengan baik fokus pada faktor yang mempengaruhi kemiskian salah satu faktornya adalah tingkat penggangguran terbuka.

Baca Juga :  Dua Pemuda Ini Dapatkan Apresiasi dari Kapten CPM H. Nalib Zaenudin dan Wakabid Hisbah FPI Bekasi

Dari data yang ada di BPS bisa dilihat bawah Provinsi Sulawesi Tengah sebagai salah satu provinsi di Indonesia juga tidak lepas dari persoalan kemiskinan. Dalam data Badan Pusat Statistika Sulawesi tengah menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Sulawesi Tengah sepanjang tahun 2017 sampai 2020 mengalami penurunan. Pada tahun 2017 angkanya masih14,14 persen, lalutahun berikutnya menurut menjadi 14,01 persen, dan pada tahun 2019 dan 2020 mengalami penurunan. Hal ini bagus karenan jumlah kemiskinannya meurun mebuat tingkat pengangguran menurun tetapi jumlah kemiskina ini menurun dikarenakan jumlah populasi penduduk di sulawesi berkutang itu dikarenkan terjadinya bencana alam yaitu : Gempa, tsunami, dan likuifaksi dan pandemi covid-19.

Persentase penduduk miskin yang tidak merata antar kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tengah menjadikan pemerintah daerah perlu mengetahui faktor-faktor pengukur kemiskinan yang tepat. Berikut disajikan data tentang perkembangan tingkat kemiskinan menurut kabupaten/kota di Sulawesi Tengah tahun 2017-2020.

Baca Juga :  Bersama Raih Kemenangan, Akademi Militer Ikhlas Berkurban

Dapat dilihat dari tabel bahwa tingkat kemiskinan provinsi Sulawesi tengah mengalami penurunan tiap tahunnya tetapi dari beberapa kabupaten yang ada di Sulawesi tengah mengalami peningkatan kemiskina apa lagi pada tahun 2018 smapi 2020 dimana pada tahun 2018 Pronvisi sulawesi tengah megalami bencana alam yang mana titik bencana tersebut ada di kota palu, kabupaten donggala, dan kabupaten sigi.

Tiga titik wilayah tersebut mengalami kenaikan tingkat kemiskian setelah terjadi bencana alam tersebut. Seperti kota palu kenaikan pada tahun 2018 tingkat kemiskinan sebesar 6,58 persen kemudian naik pada tahun 2019 menjadi 6,83 persen. Telah kita ketahui bawah pada tahun 2020 seluruh dunia mengalami masa pandemi covid 19 yang membuat kemiskian dan tingkat pengangguran menjadi tinggi.

Dari data yang ada terlihat adanya perbedaan tingkat kemiskinan antara kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, satu dari beberapa faktor penyebabnya yaitu tingkat pengangguran di Sulawesi Tengah akibat proses pembangunan dan kurangnya lapangan kerja. Memanfaatkan sumber daya yang ada di sulawesi tengah salah satu contoh seperti memanfaatkan wilayah likuifaksi sebagai lahan perkebuanan atau pertanian, dengan begitu lapang kerja untuk pengangguran tersedia dan mebuat tingkat kemiskinan menuerun dan mebuat pendapat perkapita daerah bertambah.

Baca Juga :  Jelang Hari Bhayangkara Polri Gelar Nusantara Gemilang

Untuk mengurangi tingkat pengangguran terbuka pemerintah haruh lebih memahami atau mengetahui kelompok pengangguran terbuka yaitu mereka yang mencari kerja, mereka yang mempersiapkan usaha, mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan dan yang terakhir mereka yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.

Satu dari berbagai faktor yang mengakibatkan rendahnya tingkat kehidupan penduduk di Provinsi Sulawesi Tengah adalah kurangnya penggunaan tenaga kerja secara efisien. Penduduk yang memiliki pekerjaan terkadang tidak sesuai dengan tingkat keahlian yang dimiliki, sehingga hasil yang diperoleh tidak optimal. Tenaga kerja ini dikategorikan sebagai pengangguran semu. Penduduk yang memiliki tingkat pendidikan dan kemampuan yang rendah, umumnya bekerja secara serabutan, hal ini ditandai dengan tingkat penghasilan yang rendah pula. Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi mendorong semakin banyak jumlah tenaga yang menganggur. Pemerintah mengalami kendala kurangnya dana atau minimnya tingkat investasi untuk menyerap tenaga kerja yang menganggur.

Source : Uyun Shadrina dan Boedirochinarni, Dra. M.S. (Red).

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini