banner 728x250

Pemkab Pamekasan Meningkatkan Pengelolaan Wamira Mart untuk Mendukung UMKM

Pamekasan Jatim, wartaterkini.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur akan terus meningkatkan manajemen dan pengelolaan warung milik rakyat (wamira) mart yang berfungsi sebagai fasilitas pemasaran bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin, menyampaikan bahwa pengelolaan wamira mart akan diserahkan kepada badan usaha milik daerah (BUMD) guna memperbaiki manajemen yang telah berjalan selama ini. Hal ini dilakukan karena wamira mart memiliki peran penting dalam mendorong kesejahteraan pelaku UMKM yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan usaha gratis dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Diperlukan penyempurnaan program ini, baik dari segi manajemen maupun pengelolaan yang akan ditangani oleh BUMD,” ujar Fattah Jasin dalam rapat paripurna DPRD Pamekasan mengenai Penyampaian Jawaban Bupati Terhadap Pemandangan Umum Fraksi DPRD tentang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2022, pada Senin (19/6/2023).

Baca Juga :   Pengurusan Pindah Pemilih di Padang akan Ditutup 15 Januari 2024

Sebagaimana diketahui, Wamira Mart merupakan langkah terakhir dari program sepuluh ribu pengusaha baru (sapu tangan biru) yang merupakan salah satu program prioritas Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam. Melalui program ini, masyarakat mendapatkan pelatihan usaha gratis, bantuan peralatan produksi, pinjaman modal tanpa bunga, serta fasilitas pemasaran.

Fasilitas pemasaran dilakukan melalui dua cara, yaitu pelatihan pemasaran daring yang bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, serta fasilitas pemasaran secara langsung melalui program wamira mart. Pemkab Pamekasan menjalin kerja sama dengan toko-toko milik masyarakat yang dijadikan sebagai tempat penjualan yang lebih representatif. Syaratnya, toko-toko tersebut harus menjual 60 persen produk UMKM yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan.

Baca Juga :   Hasil Riset BRIN Ungkap Keberhasilan Ponpes Meningkatkan Inklusi Keuangan

“Kami ingin menyampaikan bahwa Program Wirausaha Baru (WUB) merupakan salah satu program prioritas di Kabupaten Pamekasan. Hingga saat ini, jumlah Wirausaha Baru yang telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan mencapai 8.016 orang dari target 10.000 orang, dan akan diselesaikan pada tahun ini,” ungkapnya.

Dia juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan, termasuk kepada mereka yang usahanya belum berkembang. Hal ini dilakukan karena tujuan utama dari program WUB adalah untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui usaha bisnis sesuai dengan bidang masing-masing.

Baca Juga :   Sebagai Bentuk Perhatian, Pemerintah Kota Bekasi Berikan Bantuan Sanitasi Layak Tangki Septik

“Kami juga akan terus merancang dan melaksanakan program-program lainnya ke depan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud,” pungkasnya.