banner 728x250

Pemkab PALI Melalui Asisten I Hadiri Acara Pelepasan Siswa/Siswi SMP dan SMA Amania Yayasan Ponpes Nurul Qur’an Desa Betung

PALI Sumsel,Wartaterkini.news–Bupati Penukal Abab Lematang Ilir Dr. Ir. H. Heri Amalindo, MM diwakili Asisten 1 Pemkab PALI H. Andre Fajar Wijaya, S.Si, M.Si, CSEP menghadiri acara Pelepasan Siswa/Siswi SMP dan SMA AMANIAH di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Qur’an di Desa Betung, Rabu (5/6/2024).

 

Acara Pelepasan Siswa/Siswi dan Pentas Seni yang bertema “Pemuda Hari Ini, Pemimpin Hari Esok” selain dihadiri Bupati PALI diwakili Asisten 1 Pemkab PALI H. Andre Fajar Wijaya, S.Si, M.Si, CSEP, juga turut hadir Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Qur’an KH. Aman Rohman, SQ, S.Ag, Pengasuh Ponpes Pengurus Ponpes Ar-Rozi Sedupi KH. Sutan Syahrir, Kabag Tapem Pemkab PALI Syafarudin, Camat Abab, Dewan Pendidikan Kabupaten PALI  Ramlan Setiawan, S.Pd, Kades Betung Selatan, dan  Wali siswa.

Baca Juga :   BNI Agen 46 Hadir di Booth Wondrous BNI JJF 2024

 

Asisten 1 Pemkab PALI, H. Andre Fajar Wijaya, S.Si, M.Si, CSEP mengucapkan terima kasih atas undangan pada acara ini, dan memberikan selamat atas kelulusan semua anak didik dan santri.

 

“Pondok pesantren merupakan wadah dalam membentuk  mencetak generasi-generasi  berakhlak yang baik sebagai calon pemimpin bangsa ke depan”,ucap H. Andre Fajar Wijaya

 

Sementara Pimpinan Ponpes Nurul Qur’an KH. Aman Rohman, S.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa ponpes Nurul Qur’an merupakan ponpes tertua di Kabupaten PALI,  dan sudah berdiri mulai tahun 2000. Juga mengucapkan terima kasih kepada DPRD PALI yang telah merancang Raperda Fasilitasi Pondok Pesantren.

Baca Juga :   Cegah dan Turunkan Angka Stanting, Pemkab PALI Gelar Perlombaan Menu Olahan Ikan

 

“Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak DPRD PALI yang sudah merancang Raperda Fasilitasi Pondok Pesantren prakarsa DPRD”. Ungkap KH. Aman Rohman

 

Lebih lanjut KH. Aman Rohman, SQ, S.Ag Ponpes berharap pada Pemkab PALI dapat berkontribusi untuk kemajuan pesantren, berupa bantuan biaya operasional, pembayaran honor terhadap Kiyai pimpinan pondok, para ustadz- Ustadzah dan tenaga pengelola pesantren. Hal ini mengikuti perkembangan  adanya kebijakan pemerintah atau imbas pendidikan  formal yg gratis ada alokasi dana BOS secara Nasional.

Bantuan fisik infrastruktur juga diharapkan, agar pesantren tidak melakukan pungutan sumbangan dijalan, di toko toko.

 

“Diharapkan Pemerintah menganggarkan bangunan Masjid Asrama, MCK, lokal belajar/mengajar, selain itu pesantren berharap adanya peran serta untuk pengembangan ekonomi pesantren berupa pemberdayaan sumber daya yg ada dipesantren, seperti keterlibatan program peternakan, perikanan, pertanian, perkebunan, dan perdagangan”, tutup Aman Rohman.(Hr/Red)