Pemkab OKI Siapkan Program Terintegritas Fokus Desa Stunting

OGAN KOMERING ILIR,Wartaterkini.News– Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir siapkan rencana aksi daerah dan dinas/instansi terintegritas programnya yakni fokus pada 10 desa di lima kecamatan.

Hal tersebuy diungkapkan oleh HM Lubis, Kadis Kesehatan OKI usai mengelar evaluasi dan rencana aksi daerah dalam percepatan penurunan Stunting Kabupaten OKI tahun 2018 di ruang Bende Seguguk Pemda OKI, Kamis(20/12/2018).

HM Lubis memberikan sedikit ulasan mengenai sinergisitas instansi terkait tentang penganggaran agar rencana aksi daerah yakni fokus daerah OKI akan menginput dan melatih kader dalam meningkatkan pelatihan tentang stunting.

Baca Juga :  Mulai 1 Februari, e-Tilang di Jakarta Juga Berlaku untuk Motor

“Rencana aksi terkait sasaran dan indikator keberhasilan, semua ini menjadi indikator Outcome diantaranya umur harapan hidup meningkat, kesejahteraan masyarakat meningkat dan visi misi bupati terwujud”.ujarnya.

Sebelumnya, Agus salah satu pemateri berharap peran OPD sesuai tim pokja masing masing berdasarkan peraturan atau SK bupati tentang penanggulangan stunting. Dalam program penanggulangan stunting, ada program sasaran yang diutamakan yakni program kelompok sasaran 1000 hari kelahiran, ibu melahirkan, ibu menyusui, anak – anak dan balita.

“Kegiatan ini diharapkan lebih terintegritas lagi. Ada delapan aksi yang melibatkan OPD terkait itu dan juknis pusat guna mencegah stunting kedepannya” ungkap Agus.

Baca Juga :  Dukung Pelayanan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Pemda Morowali Hibahkan Tanah kepada BPJamsostek

Dalam kesempatan tersebut, Herkules, Camat Pedamaran menyetujui apa yang disampaikan oleh Agus.

“Kita sepakat menurunkan stunting. Harapan kami ada sinergi antara OPD sehingga tuntas. Kita juga menilai sejauh mana OPD menganggarkan dana sebagai langkah upaya penurunan stunting”. Ujar Herkules.

Selain itu, Ismail dari Bappeda menegaskan dalam menganggarkan dana program terkait penanggulangan stunting sudah dianggarkan dari tahun 2014. Yang harus diupayakan adalah bagaimana caranya agar bisa melaksanakan secara eskalase (secara kroyok an) antar dinas yang satu dengan lainnya untuk menjangkau lokasi yang ada stunting di kecamatan.

Baca Juga :  Gencarkan Vaksinasi COVID-19, Polres OKU Selatan Sasar Pengunjung Pasar Mingguan

“Bisa kalau kita mau. Mudah- mudahan kedepan kegiatan lintas sektor akan kita laksanakan lebih maksimal”. ujarnya.

Untuk diketahui Integritasnya baru dilaksanakan tahun 2018, setelah ada instruksi presiden pada bulan januari lalu. Ditahun 2019 mendatang, melalui Bappeda pelaksanaan integritas program sudah bisa terkoordinasi.

“Langkah kegiatan awal kita bekerja di tahun 2019, selain sosialiasi kami ingin melaporkan evaluasi. Dan tahun 2019 mendatang kita dapat bekerja lagi dengan saling berkoordinasi”.imbuhnya.(Arlan fatra/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini