Pemilik Tanah Bersertifikat Minta Cabut Pagar dan Plang di Paya Katak Desa Kemili Aceh Tengah

Aceh Tengah, wartaterkini.news–Pemilik Tanah sah yang memiliki sertifikat hari ini minta kepada pihak-pihak yang sudah memasang plang serta memagar kawat berduri tanpa ijin di atas tanah seluas 2.157 M, di dusun Paya Katak, desa kemili, Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah untuk dibongkar, Kamis (11-08-2022).

Menurut keterangan Amri Arwindo selaku pemilik tanah kepada wartawan mengatakan,”dirinya mengaku terkejut tanah yang di belinya setahun yang lalu setelah selesai melakukan penimbunan tanah miliknya tiba-tiba dipasang pagar serta papan plang di atas tanah saya yang sudah kita beli dengan jelas dan bersurat sertifikat, untuk itu kami melapor membuat pengaduan ke pihak Polres supaya di tertibkan serta ditindak lanjuti secara hukum.”kata Amri.

Baca Juga :  Anggota DPRD Sumut Dapil Asahan Diisukan Positif Corona, Ini Penjelasan Kadin Kominfo

Karena menurut kami ini tanah-tanah saya beli dari Ibu Zaenab dengan harga lebih kurang 5 Milyar dengan surat bersertifikat dan tanah ini kita membeli juga dengan harga pasaran harga, saat kami ingin mendirikan bangunan di tanah yang telah kami timbun, kami melihat ada pmasangan plang pembatalan sertifikat dan pemagaran kawat berduri serta penanaman pohon tebu di tanah yang kami beli tanpa kami ketahui dan seijin kami.

Berdasarkan kejadian ini kami selaku pemilik tanah kami membuat laporan ke polres Aceh Tengah untuk menindak lanjuti siapa yang memasang papan plang dan pemagaran serta penanaman ini.

Baca Juga :  Pembukaan Uncle Hard Enduro di Kalimantan Selatan

“kenapa kok dipagar dan di pasang plang seolah tanah saya ini sertifikat dibatalkan bedasarkan putusan (MA) Mahkamah Agung, jadi ini menurut saya aneh.”ucapnya

Setelah di usut di pihak polres Aceh Tengah teryata pihak-pihak yang mengakui itu, teryata tidak ada menunjukan surat-surat kepemilikan yang sah yang katanya lagi putusan pembatalan sertifikat dari (MA) Mahkamah Agung.”ujarnya.

Untuk itu kami meminta selaku pembeli juga pemilik tanah meminta kepada pihak-pihak yang telah memasang plang dan memagar kawat di wilayah tanah milik saya, saya suruh bongkar.

Dan juga dihadapan pihak kepolisian mengajak untuk berdamai serta kami meminta kepada pihaknya jangan lagi terulang kembali.”kata Amri.

Baca Juga :  Bupati Jepara Sampaikan Rancangan KUA PPAS Tahun Anggaran 2022 di Rapat Paripurna DPRD

Samsul selaku pihak yang diduga memasang plang serta memagar kawat di atas tanah tersebut menyampaikan,” pihaknya akan membongkar kembali serta mencabut papan plang di atas tanah milik shodara Amri Arwindo dan pihak kami selalu koperatif dan patuh dengan hukum.”kata Samsul dengan singkat.

Amatan wartawan dalam melaksanakan Eksekusi pencabutan plang dan pagar kawat keliling ini di saksikan oleh pihak kepolisian Aceh Tengah, dan turut hadir Samsul selaku pemasang papan plang serta memagar tanah, pengacara kuasa hukum dari Amri Arwindo. (Charim/Red).

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini