Pemerintah Batalkan Lelang SUN dan SBNS

Jakarta,wartaterkini.news–Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan membatalkan dua penerbitan surat utang negara (SUN) dan surat berharga syariah negara (SBSN).

Menurut Menkeu, pembatalan lelang SBN dilakukan lantaran defisit APBN terkendali di bawah target sepanjang 2018. Sehingga, pemenuhan pembiayaan telah mencukupi terutama dari SBN.

Masing-masing surat utang tersebut sebenarnya memiliki berpotensi untuk meraup dana Rp20 triliun-Rp40 triliun dari SUN dan Rp8 triliun-Rp20 triliun dari SBSN.

Baca Juga :  Alasan Jalan Rusak Parah Masyarakat Desa Sukamakmur Batal di Vaksin

Pemerintah menargetkan defisit APBN 2018 mencapai 2,12% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Jumlahnya mencapai Rp314,2 triliun. Kemenkeu memproyeksi realisasi defisit APBN hingga akhir tahun berada pada level 1,8%-1,9% terhadap PDB.

“Kami lihat dari penerbitan kemarin, dan alternatif pembiayaan yang kita miliki sudah mencukupi dari sisi formula, karena penerimaan sudah bagus,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (22/11).

Baca Juga :  Petani OKI Pahlawan Pangan Saat Pandemi, Stok Aman Hingga Oktober

Pembatalan emisi SUN dan SBSN pada akhir tahun antara lain, lelang penerbitan SUN pada 4 Desember dan 18 Desember 2018. Kemudian, SBSN yang akan dilelang pada 27 November dan 11 Desember 2018.

Jumlah penerbitan SUN setiap lelang senilai Rp10 triliun-Rp20 triliun. Sedangkan, jumlah SBSN yang diterbitkan pemerintah senilai Rp4 triliun-Rp10 triliun. Sehingga, total potensi emisi SBN mencapai Rp28 triliun-Rp60 triliun.

Baca Juga :  Sambut Bulan Bahasa, Smansa Macang Pacar Gelar Berbagai Lomba Antar Kelas

Keputusan pembatalan emisi SBN ini, kata Sri Mulyani, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap kondisi keuangan Indonesia. Menkeu berjanji bakal menjaga stabilitas fiskal dan moneter, serta kebijakan makroprudensial.

“Dengan core-nya yang semakin baik, maka fundamental kuat. Kita harapkan mampu menjaga ekonomi dari ketidakpastian global,” ujarnya. (Gusti/Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini