Pelaku Pembunuhan dan Pemerkosa Mahasiswa Terungkap

Muara Enim,Wartaterkini.News–Terungkap serta tertangkapnya pelaku pemerkosa dan pembunuh Fatmi Rohanayanti, mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang beberapa waktu lalu, setelah tim Lafbor Forensik Polda Sumsel berhasil mencocokan sperma Sirun (Pelaku) dengan sperma yang berada di tubuh korban hasil olah TKP. Hal ini diungkap oleh Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juono S.I.K.

“Pelaku sempat memperkosa korban dalam keadaan masih hidup dan sudah meninggal. Pelaku Sirun sehari-hari bekerja menjaga dan merawat kebun dekat lokasi terjadinya pemerkosaan dan pembunuhan tersebut. Diketahui sebelumnya Sirun juga merupakan resedivis kasus yang sama dan dihukum di Nusakambangan,” jelasnya Afner.

Baca Juga :  BPC HIPMI Morotai Buka Pendaftaran Ketua Periode 2021-2024, Hingga Kini Deny Garuda Kandidat Tunggal

Masih kata Afner, fakta-fakta lain yang berhasil diungkap yakni sebelumnya Sirun sudah berencana untuk merampok. Dikarenakan sehari sebelumnya, Sirun ingin memiliki motor korban. Pasca kejadian, lanjut Kapolres, motor yang dinyatakan hilang tersebut ditemukan tepat dibelakang sekolah dekat TKP pembunuhan.

“Penangkapan Sirun berawal dari kecurigaan penyidik saat berada di tempat kejadian perkara. Saat itu, beberapa saksi dipanggil sehingga muncul nama Sirun yang menunggu lahan tersebut. Hasil laboratorium forensik, bercak sperma yang ada pada tubuh korban, dipastikan identik milik pelaku Sirun,” tegasnya

AKBP Afner juga menerangkan, untuk saat ini situasi di kediaman pelaku Sirun yang rumahnya dirusak massa sudah kembali normal. “Kondisi sudah kembali aman setelah petugas dibantu tokoh masyarakat memberikan pengarahan dan masukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bayi Alif Diduga Gizi Buruk Asal Dusun Olas Mendapat Penanganan Medis Dinkes SBB

Sementara itu pelaku Sirun mengaku baru 2 tahun yang lalu bebas dari LP Nusakambangan dengan kasus yang sama.

“Sembilan tahun aku di penjara karena kasus yang sama. Korban aku perkosa sebanyak dua kali. Aku sebenarnya ingin menguasai motornya saja, karena ingin punya handpone baru,” kata Sirun sambil merintih kesakitan karena kedua kakinya ditembak polisi.

Diketahui sebelumnya kejadian yang menewaskan korban bermula pada hari Kamis (31/1/2019) sekira pukul 09:00 WIB, dimana saat itu korban mengantar ibunya pergi ke kebun menggunakan sepeda motor matic warna putih hijau.

Baca Juga :  Anak 17 Bulan Penderita Hidrosefalus Butuh Uluran Tangan

Setelah itu, korban pamit dengan ibunya untuk kembali pulang ke rumah. Kemudian pukul 12.00 WIB, ibu korban pulang ke rumah. Namun setiba ibu korban di rumah ternyata korban tidak ada.

“Karena itulah Ibu korban dibantu warga sekitar mencari keberadaan korban. Dalam pencarian tersebut, sekitar pukul 15.00 WIB, warga menemukan mayat korban dalam keadaan tanpa busana dan diikat di bagian leher menggunakan pakaian korban,” ungkap Kompol Irawan Andeta Kabag Ops Polres Muaraenim. (Red)

Print Friendly, PDF & Email

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini